Berita

Ilustrasi

Politik

Kepala Daerah Kerap Bertengkar, Usulan Pilkada Tanpa Wakil Bagus Juga

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 09:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tanpa wakil dinilai memiliki sisi positif untuk mengurangi potensi konflik dalam pemerintahan daerah. 

Namun, Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menilai persoalan utamanya justru terletak pada kedewasaan berpolitik.

“Usulan Pilkada tanpa wakil sebenarnya bagus, tapi akarnya ada pada kedewasaan berpolitik. Karena kehadiran wakil kan agar bisa berbagi tugas dengan kepala daerah. Target melayani masyarakat itu luas dan berat,” kata Mardani, Jumat, 14 Agustus 2026.


Ia menilai konflik antara kepala daerah dan wakilnya kerap muncul ketika kepentingan jangka pendek dan perebutan kekuasaan lebih dominan dibandingkan kepentingan pelayanan publik.

“Tapi saat semua berpikir jangka pendek dan hanya soal target kekuasaan, akhirnya kepala daerah dan wakilnya jadi selalu bertengkar,” ujarnya.

Di sisi lain, Mardani menyoroti perubahan lanskap pencalonan kepala daerah setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh partai politik.

Dengan putusan tersebut, syarat pencalonan tidak lagi menggunakan ketentuan 20 persen perolehan kursi atau 25 persen suara DPRD. Ambang batas pencalonan disetarakan dengan jalur perseorangan berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), yakni berkisar 6,5 hingga 10 persen suara sah.

Menurut Mardani, perubahan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi partai politik dalam membangun pasangan calon tanpa harus semata-mata membentuk koalisi besar demi memenuhi tiket pencalonan.

“Dengan begitu, pembentukan pasangan calon tidak semata didorong kebutuhan membangun koalisi besar untuk memenuhi tiket pencalonan,” jelasnya.

Ruang baru tersebut, lanjut Mardani, juga dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan figur politik dengan sosok yang memiliki kompetensi berbeda, termasuk dari kalangan profesional nonpartai politik.

“Ruang tersebut juga harus dimanfaatkan untuk mempertemukan figur politisi dengan figur yang mempunyai kompetensi berbeda, misalnya dengan latar belakang dari kalangan profesional non-parpol,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya