Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali tertekan setelah mencatat kenaikan selama hampir sepekan. Investor mulai mengkhawatirkan melemahnya permintaan global, sementara lonjakan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) menambah tekanan terhadap harga.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, harga minyak mentah Brent ditutup turun 1,91 Dolar AS atau 2,15 persen menjadi 87,07 Dolar AS per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,02 Dolar AS atau 2,4 persen menjadi 81,25 Dolar AS per barel.

Penurunan tersebut terjadi setelah Brent sebelumnya naik selama enam sesi berturut-turut, sedangkan WTI mencatat kenaikan dalam lima sesi. Pada awal perdagangan, kedua patokan harga minyak tersebut bahkan sempat anjlok lebih dari 3,5 persen.


Tekanan terbesar datang dari data persediaan minyak AS. Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mencatat stok minyak mentah komersial naik 17,4 juta barel menjadi 424,4 juta barel dalam sepekan hingga 7 Agustus. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak Januari 2023 dan membawa persediaan ke level tertinggi sejak 5 Juni.

Prospek permintaan global yang lebih lemah turut membebani pasar. OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026 menjadi 580.000 barel per hari. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan memperkirakan konsumsi minyak global turun 1,6 juta barel per hari tahun ini, lebih besar dari perkiraan penurunan 1 juta barel per hari pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, risiko gangguan pasokan masih menjadi penahan agar harga minyak tidak jatuh lebih dalam. Laporan mengenai serangan drone Houthi terhadap kilang Saudi Aramco di Jazan, Arab Saudi, sempat memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan energi. Kilang tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 250.000 barel per hari untuk diesel ultra-rendah sulfur.

Pasar juga terus mencermati kondisi Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak dunia. Iran dan AS masih mengeluarkan klaim berbeda mengenai siapa yang mengendalikan jalur tersebut. Ketidakpastian ini membuat risiko gangguan pasokan tetap tinggi, meski permintaan global dan stok minyak AS memberikan tekanan kuat terhadap harga.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya