Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Politik

Semoga Pidato Prabowo Tidak Blunder

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 07:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 14 Agustus 2026, dinilai menjadi momentum penting bagi pemerintah, termasuk jajaran menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga.

Pengamat politik Hendri Satrio menilai para menteri, wamen, dan kepala lembaga justru menjadi pihak yang patut merasa “deg-degan” menjelang pidato kenegaraan dan penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027 di Gedung DPR RI.

“Kalau menurut saya yang seharusnya deg-degan adalah para menteri, wamen, dan kepala lembaga,” kata sosok yang akrab disapa Hensa itu kepada RMOL.


Menurutnya, pidato kenegaraan Presiden Prabowo berpotensi menjadi momentum evaluasi terhadap kinerja kabinet. Ia menduga setelah agenda tersebut, Presiden dapat melakukan evaluasi sekaligus perbaikan terhadap susunan maupun kinerja pemerintahan.

“Mungkin setelah pidato kenegaraan Presiden akan melakukan evaluasi dan melakukan perbaikan di kabinet,” ujarnya.

Founder lembaga survei Kedai Kopi itu berharap Presiden Prabowo dapat mengambil pelajaran dari berbagai perkembangan dan situasi terkini dalam menyampaikan pidatonya.

Ia pun mengingatkan agar pidato kenegaraan tersebut tidak menimbulkan blunder yang justru memunculkan persoalan baru bagi pemerintah.

“Kalau menurut saya Presiden belajar dari yang terjadi dan situasi terkini. Kita doakan saja semoga (pidato) tidak blunder,” pungkasnya.

Pidato kenegaraan dan penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027 merupakan bagian dari rangkaian agenda kenegaraan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Agenda tersebut juga meliputi Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta Rapat Paripurna DPR RI.

Dalam agenda tersebut, pemerintah akan menyampaikan rancangan anggaran negara untuk 2027 beserta program-program prioritas yang menjadi dasar pembahasan APBN oleh DPR RI.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya