Berita

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 milik TNI Angkatan Laut. (Foto: Dokumentasi TNI AL)

Politik

Indonesia Jangan Terseret Rivalitas China-Taiwan

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 06:22 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Rencana latihan Angkatan Laut China dan Indonesia di perairan timur Taiwan memunculkan perhatian geopolitik baru di kawasan Indo-Pasifik. Taiwan bahkan memprotes kegiatan tersebut dan meminta klarifikasi kepada Indonesia karena menilai latihan itu berpotensi mengganggu status quo di kawasan.

Kementerian Pertahanan China sebelumnya mengumumkan latihan bersama dengan Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus. Materi latihan mencakup komunikasi, manuver formasi, serta pengisian logistik di laut.

Taiwan melalui Mainland Affairs Council (MAC) menyebut latihan tersebut sebagai tindakan yang berbahaya. Taipei menilai Beijing sedang berupaya menciptakan persepsi bahwa China memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan.


Dari sisi Indonesia, kegiatan tersebut dipandang sebagai latihan rutin dan tidak berkaitan dengan operasi tempur. Reuters melaporkan Indonesia menjelaskan bahwa kapal perangnya sedang dalam perjalanan pulang dan kegiatan bersama China tidak dimaksudkan sebagai latihan perang.

Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah mengatakan, persoalan tersebut tidak dapat hanya dilihat dari aspek teknis latihan militer.

“Persoalan terpenting bukan hanya apakah kapal Indonesia melakukan manuver tempur atau tidak, tetapi mengapa latihan tersebut dilakukan di kawasan timur Taiwan dan mengapa Indonesia dilibatkan,” kata Amir, dikutip Jumat 14 Agustus 2026.

Menurut Amir, lokasi latihan militer sering kali mempunyai arti strategis yang lebih besar daripada materi latihan itu sendiri. Ketika latihan dilakukan di kawasan yang menjadi titik sensitif hubungan China, Taiwan dan Amerika Serikat, kehadiran kapal perang Indonesia otomatis memiliki dimensi politik dan strategis.

Amir menjelaskan, secara militer kapal Indonesia memang tidak secara langsung menunjukkan ancaman terhadap Taiwan. Pejabat militer Taiwan juga menyatakan kapal Indonesia berada sekitar 70–80 mil laut dari pantai timur Taiwan dan tidak datang secara khusus untuk melakukan latihan bersama China.

Namun, menurut Amir, perspektif geopolitik membuat situasinya menjadi berbeda.

“Secara geopolitik, persoalannya bukan sederhana. Kawasan timur Taiwan merupakan ruang strategis yang berkaitan dengan kemungkinan konflik China-Taiwan. Karena itu, aktivitas militer di kawasan tersebut selalu memiliki pesan yang lebih besar,” kata Amir.

Ia mengatakan, keterlibatan Indonesia dalam aktivitas militer bersama China dapat dibaca pihak luar sebagai bagian dari meningkatnya keterlibatan Beijing dengan negara-negara lain di Indo-Pasifik.

China sendiri terus meningkatkan tekanan militernya terhadap Taiwan. Sementara itu, Taipei memperkuat kemampuan pertahanannya dan Amerika Serikat bersama sejumlah negara sekutunya terus memantau perkembangan keamanan di kawasan tersebut.

Dalam perspektif intelijen, lanjut Amir, latihan militer juga dapat berfungsi sebagai instrumen komunikasi strategis.

Pesan yang dikirim tidak selalu berupa ancaman langsung. Kehadiran kapal perang, latihan komunikasi, manuver bersama hingga kegiatan logistik dapat menunjukkan kemampuan bekerja sama sekaligus menguji respons negara-negara di sekitar kawasan.

“Latihan militer bisa menjadi sarana membangun interoperabilitas sekaligus komunikasi strategis. Karena itu, kita harus melihat konteks lokasi, waktu dan siapa saja yang terlibat,” kata Amir.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya