Berita

Booth Newport dalam event The Sound Project. (Foto: Istimewa)

Politik

FKBI:

Promosi Miras Pakai Ayat Al-Qur’an Bukan Kelalaian, tapi Disengaja

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 01:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tantangan menghafal Surah Ad-Dhuha berhadiah minuman keras alias miras yang terjadi dalam festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara, tidak hanya bermasalah dari sisi etika, tetapi juga patut diduga mengandung unsur penistaan agama sehingga perlu diproses sesuai ketentuan hukum.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi menilai tindakan kepolisian yang sudah mengamankan dua orang lantaran diduga terlibat dalam promosi tersebut merupakan tindakan yang tepat. 

Menurut Tulus, penggunaan simbol atau ayat keagamaan untuk mempromosikan produk miras tidak dapat dianggap sebagai kesalahan biasa.


“Aksi mempromosikan miras dengan salah satu surat Al-Qur’an tidak bisa ditoleransi dan patut diduga tindakan itu adalah kesengajaan, bahkan by design, bukan kealpaan atau kelalaian,” kata Tulus dalam keterangannya, dikutip Jumat 14 Agustus 2026.

Menurut Tulus, promosi tersebut telah melukai perasaan masyarakat karena mengabaikan konteks sosiologis, psikologis, dan kultur masyarakat Indonesia yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap penggunaan simbol-simbol keagamaan.

Karena itu, Tulus mendorong agar apabila dalam proses penyelidikan ditemukan unsur pidana, pihak yang bertanggung jawab dijatuhi sanksi sesuai ketentuan hukum.

“Sanksi yang setimpal dengan instrumen hukum pidana diharapkan memberikan efek jera, baik kepada pelaku maupun oknum lain agar tidak meniru dan mengulanginya,” kata Tulus.

Tulus juga menyoroti bahwa dugaan promosi tersebut dilakukan oleh oknum dari anak perusahaan sebuah holding perusahaan besar yang dikenal luas melalui berbagai produk makanan dan minuman di Indonesia.

Ia menilai persoalan tersebut menjadi semakin serius karena, menurut dia, tindakan serupa bukan kali pertama dilakukan oleh oknum perusahaan tersebut.

“Apalagi aksi itu dilakukan oleh oknum dari anak perusahaan dari holding perusahaan ternama (‘Orang Tua’), yang banyak menjual berbagai merek produk makanan dan minuman di Indonesia,” kata Tulus.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya