Berita

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. (Foto: Istimewa)

Politik

Survei Prisma:

Kepuasan terhadap Gubernur Bengkulu Capai 81,2 Persen

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 00:10 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Lembaga riset nasional Prisma Research & Strategy mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan mencapai  81,2 persen.

Tingginya sentimen positif di balik kepemimpinan Helmi Hasan ini utamanya didorong oleh kesuksesan program pembangunan infrastruktur jalan, layanan ambulans gratis, serta perbaikan infrastruktur kesehatan secara menyeluruh. 

Keberhasilan di sektor-sektor krusial tersebut pada akhirnya menempatkan Gubernur Bengkulu ke dalam jajaran elite 10 besar Gubernur dengan kinerja terbaik di seluruh Indonesia, berdasarkan agregasi survei nasional yang dilakukan secara serentak oleh Prisma Research & Strategy.


Secara kelembagaan, kinerja Pemprov Bengkulu secara umum turut mendapatkan apresiasi yang solid dengan tingkat kepuasan mencapai 72,8 persen. 

Selain itu, apresiasi tinggi berturut-turut juga diberikan pada jangkauan jaringan telekomunikasi yang dinilai memadai oleh 76,8 persen responden, keandalan pasokan listrik sebesar 73,3 persen, kualitas fasilitas kesehatan dan RSUD di angka 71,8 persen, serta penyediaan fasilitas pendidikan yang mencapai 71,3 persen.

Meskipun mencatatkan deretan prestasi yang menonjol, laporan Prisma Research & Strategy secara proporsional juga memaparkan potret evaluasi dari masyarakat yang harus segera direspons oleh pemerintah daerah. 

Direktur Riset Prisma Research & Strategy, Firtson memgatakan, terdapat tiga catatan utama yang masih perlu dibenahi oleh Pemprov Bengkulu.

Tantangan pertama berpusat pada sektor ekologi, di mana 31,6 persen publik memandang pemerintah belum memberikan perlindungan lingkungan hidup yang memadai dalam pengambilan kebijakan investasi maupun pertambangan. 

Tantangan kedua berkaitan dengan isu ekonomi, yakni penyediaan dan perluasan lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal yang masih disoroti oleh 29,2 persen masyarakat yang merasa kurang atau sangat tidak puas. 

Terakhir, tantangan struktural terbesar saat ini berada pada wilayah penegakan integritas dan reformasi pelayanan birokrasi, mengingat 25,8 persen masyarakat masih menunjuk prosedur administrasi yang berbelit-belit dan lambat sebagai hambatan utama.

"Modal legitimasi yang besar dari sosok figur Gubernur perlu segera ditransformasikan menjadi perbaikan sistem tata kelola birokrasi hingga ke tingkat pelaksana teknis" ujar Firtson dalam keterangannya, dikutip Jumat 14 Agustus 2026.

Sebagai informasi, pengumpulan data opini publik ini diselenggarakan pada rentang waktu 22 Juni hingga 2 Juli 2026 dengan jangkauan mencakup seluruh wilayah kecamatan di Provinsi Bengkulu. 

Survei ini mengaplikasikan metode penarikan sampel secara acak bertingkat atau Multistage Random Sampling yang melibatkan 810 responden, yakni warga Provinsi Bengkulu yang telah berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. 

Kualitas dan akurasi data dijaga ketat melalui instrumen wawancara tatap muka yang menghasilkan tingkat toleransi kesalahan (margin of error) di bawah 4,0 persen pada rentang tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya