Berita

Ilustrasi. (Foto: Artificial Inteligence)

Bisnis

Rupiah Masih Stagnan Jelang Pidato Kenegaraan Prabowo

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 16:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah ditutup stagnan di level Rp17.877 per Dolar AS pada perdagangan Kamis sore, 13 Agustus 2026. Posisi tersebut sama dengan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan Rupiah terjadi di tengah perhatian pasar terhadap agenda pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto sekaligus penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2027 pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen domestik masih menjadi perhatian utama pasar, di samping perkembangan eksternal yang turut memengaruhi pergerakan Rupiah.


Ibrahim menyoroti keputusan MSCI yang masih mempertahankan pasar modal Indonesia dalam kategori emerging market. Meski terjadi penurunan peringkat, kondisi tersebut dinilai belum memberikan tekanan terhadap Rupiah.

"Nah sedangkan dari internal sendiri kita melihat bahwa MSCE yang kita tunggu ini pun juga masih mempertahankan pasar modal Indonesia yaitu di emerging market. Walaupun ada penurunan peringkat ya tetapi itu pun juga masih belum membuat Rupiah ini mengalami pelemahan," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ibrahim menilai keputusan MSCI tersebut masih memberikan sentimen positif bagi pasar modal Indonesia. Selain itu, keputusan Presiden Prabowo terkait rencana pengangkatan Pjs Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti juga mendapat respons positif dari pasar.

"Artinya apa? Bahwa saat ini ya MSCE positif terhadap pasar modal Indonesia kemudian di sisi lain pun juga tentang masalah Pjs Gubernur Bank Indonesia yang dipilih kembali oleh Presiden Prabowo ini pun juga direspon positif oleh pasar ya baik dalam negeri maupun luar negeri sehingga membuat rupiah kembali stagnan dalam penutupannya," tegasnya.

Sementara dari sisi eksternal, Ibrahim menyoroti ketegangan di Timur Tengah, khususnya hubungan Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung.

"Penyebabnya secara eksternal, ketegangan di Timur Tengah masih akan terus berlangsung antara Amerika dan Iran," ujarnya.

Dia mengatakan, AS mengklaim memiliki pengawasan penuh terhadap Selat Hormuz. Sementara Iran menyebut kewenangan atas jalur strategis tersebut berada di tangan Iran dan Oman.

Menurutnya, Iran juga membuka peluang perdamaian dengan syarat seluruh sanksi yang dijatuhkan AS terhadap negaranya dihapuskan.

Di sisi lain, Ibrahim menilai penurunan inflasi AS, baik secara bulanan maupun tahunan, turut memberikan sentimen terhadap pasar keuangan global.

"Kemudian yang kedua kita melihat bahwa inflasi Amerika baik secara bulanan maupun tahunan ini mengalami penurunan. Sesuai dengan ekspektasi yang ini kemungkinan besar akan membuat Bank Sentral Amerika dalam pertemuan di bulan Agustus ini akan mempertahankan suku bunga," jelasnya.

Dia memperkirakan, apabila harga minyak terus mengalami penurunan, bank sentral AS akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September mendatang.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya