Berita

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatera. (Foto: Kemenhut)

Politik

Strategi Konservasi Diperkuat untuk Lindungi Populasi dan Habitat Gajah

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 11:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Upaya memperkuat perlindungan terhadap populasi dan habitat Gajah Sumatera terus dilakukan pemerintah melalui penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatera yang diluncurkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Momen ini bertepatan dengan Hari Gajah Sedunia.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, mengatakan SRAK harus menjadi pedoman yang benar-benar dijalankan untuk perlindungan Gajah Sumatera, bukan hanya berhenti sebagai dokumen. Konservasi gajah tidak hanya membutuhkan pendekatan rasional, tetapi juga kepedulian terhadap makhluk hidup. 

“Kita bareng-bareng kawal nih, supaya dia tidak menjadi dokumen yang hanya bersifat teoritis, tapi ini executable ya. Bisa dieksekusi di bawah, konsisten, istiqomah ya, untuk menjalankan strategi ini. Terus kita bekerjasama demi memperbaiki populasi ini, populasi dan habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan,” ujarnya dikutip Kamis, 13 Agustus 2026.


Menurut Menhut Raja Antoni, tantangan konservasi gajah semakin berat. Dari sebelumnya terdapat sekitar 42 kantong gajah, kini jumlahnya disebut tinggal 21 kantong. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat memperkuat rencana aksi konservasi yang tertuang dokumen SRAK.

Menhut menegaskan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen yang konkret dalam konservasi, terutama terhadap populasi dan habitat Gajah Sumatera. Hal ini dibuktikan dengan dimulainya project PECI  (Peusangan Elephant Conservation Initiative) di Aceh dan terbitnya Inpres 8/2026 tentang Percepatan Perlindungan dan Penyelamatan Populasi serta Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan.

“Bapak Presiden Prabowo beliau punya pesan yang sama dengan kita, saya merasa sangat konkret sekali terutama untuk gajah ini ya. Pertama ada inisiatif di Pesangan Aceh ya, yang sudah berjalan dengan teman-teman WWF luar biasa. Kemudian dalam perjalanannya kita minta Inpres, terbit Inpres ini, beliau sangat mendukung,” ujar Raja Antoni.

Di Way Kambas, pemerintah juga mendorong penguatan upaya koeksistensi manusia dan gajah. Salah satunya melalui pembangunan pagar sepanjang lebih dari 100 kilometer untuk mengurangi konflik yang selama ini menimbulkan kerusakan sawah dan perkebunan hingga korban jiwa.

Keberhasilan SRAK membutuhkan kerja sama pemerintah, masyarakat, korporasi, NGO, dan para pegiat konservasi. Ia berharap implementasi SRAK dapat memperbaiki populasi sekaligus habitat Gajah Sumatera dan menjadi bagian dari upaya jangka panjang memperkuat konservasi satwa di Indonesia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya