Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Tren Konsumsi Bergeser, Tiga Sektor Ini Jadi Pemenangnya

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 10:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pola konsumsi masyarakat mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya konsumen lebih banyak berorientasi pada pembelian barang atau things first, kini perhatian bergeser pada pengalaman atau experience first.

Perubahan tersebut menjadi salah satu tren yang disoroti Gede Widhi, Director and Commercial Visa Indonesia, dalam acara UOB Media Editors Circle 2026 bertajuk “Powering Indonesia's Next Engine of Growth” di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Gede, pengalaman kini menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat dalam membelanjakan uang. 


Berdasarkan data yang dihimpun Visa, setidaknya terdapat tiga sektor yang paling mencerminkan perubahan tersebut, yakni perjalanan (travel), makanan dan minuman (F&B/dining), serta kesehatan dan kebugaran (wellness).

“Kalau kita lihat -- karena experience menjadi sebuah keyword yang di-highlight -- untuk mendapatkan sebuah experience itu, pasti yang pertama kita lihat trennya: travel masih menjadi dominasi. Yang kedua, dining atau F&B, itu juga menjadi salah satu yang cukup tinggi yang kita temui. Kemudian yang cukup menarik juga, wellness,” ujar Gede, dikutip redaksi Kamis 13 Agustus 2026.

Ia menilai tren wellness semakin menarik, terutama di kalangan generasi muda. Gede mencontohkan perubahan gaya hidup Gen Z yang mulai lebih memilih aktivitas olahraga dibandingkan konsumsi alkohol.

Fenomena tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pengalaman yang dicari konsumen tidak selalu berkaitan dengan hiburan atau rekreasi, tetapi juga aktivitas yang mendukung kesehatan dan kebugaran.

Perkembangan olahraga seperti Hyrox menjadi salah satu contoh nyata. Kompetisi kebugaran tersebut tidak hanya menarik minat peserta dari dalam negeri, tetapi juga mendatangkan masyarakat dari berbagai negara ke Indonesia.

Kehadiran peserta dari luar negeri kemudian memberikan dampak lebih luas karena mereka tidak hanya mengikuti kegiatan olahraga, tetapi juga mengeluarkan uang untuk berbagai kebutuhan selama berada di Indonesia.

“Hyrox misalnya, itu nggak hanya domestik. Itu juga meng-attract banyak dari luar datang ke Indonesia dan juga mereka akan spend di Indonesia,” kata Gede.

Menurutnya, fenomena tersebut kembali menunjukkan pentingnya experience dalam membentuk pola konsumsi masyarakat. 

Ketika seseorang datang ke Indonesia untuk mengikuti sebuah kegiatan, pengeluaran tidak berhenti pada biaya mengikuti kegiatan tersebut, tetapi dapat meluas ke perjalanan, akomodasi, makanan, hingga aktivitas lainnya.

Karena itu, Gede melihat travel, F&B/dining, dan wellness sebagai tiga sektor yang semakin penting dalam menangkap perubahan perilaku konsumen.

Perubahan dari things first menuju experience first tersebut pada akhirnya membuka peluang baru bagi berbagai sektor ekonomi. Konsumen tidak hanya mengeluarkan uang untuk memiliki sesuatu, tetapi juga untuk merasakan, melakukan, dan menikmati sebuah pengalaman.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya