Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Brent Naik Mendekati Level 90 Dolar AS

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 09:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali berada di persimpangan. Risiko gangguan pasokan akibat konflik AS-Iran mendorong harga naik, tetapi bayang-bayang melemahnya permintaan global menahan laju penguatannya.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, harga minyak Brent ditutup naik 7 sen menjadi 88,98 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik 7 sen menjadi 83,27 Dolar  AS per barel.

Kenaikan harga minyak didorong oleh ketidakpastian pembicaraan antara AS dan Iran. Seorang sumber senior Iran mengatakan tidak ada pembicaraan antara kedua negara untuk memperpanjang gencatan senjata. Kondisi ini membuat pasar kembali khawatir konflik dapat berlanjut dan mengganggu aliran minyak dari Timur Tengah.


Kekhawatiran tersebut semakin besar setelah AS dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran melaporkan serangan terhadap kapal di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb. Kedua jalur tersebut sangat penting bagi perdagangan energi dunia.

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz bahkan turun tajam. Data perkapalan menunjukkan hanya delapan kapal yang melintasi selat tersebut pada Selasa, jauh di bawah kondisi sebelum perang ketika sekitar 125 hingga 140 kapal melewatinya setiap hari.

Namun, kenaikan harga minyak tertahan oleh kekhawatiran mengenai permintaan global. OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026 menjadi 580.000 barel per hari.

Badan Energi Internasional (IEA) juga menurunkan proyeksinya dan memperkirakan permintaan minyak akan berkontraksi 1,6 juta barel per hari tahun ini. Di sisi lain, IEA memperkirakan pasokan global turun 4,3 juta barel per hari sehingga pasar masih berpotensi mengalami defisit sekitar 1,27 juta barel per hari.

Tekanan tambahan datang dari Amerika Serikat. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan stok minyak mentah Amerika melonjak dengan kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2023. Lonjakan tersebut terutama dipicu oleh ekspor minyak mentah yang melemah dan peningkatan impor.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya