Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Wall Street Menguat Ditopang Saham Teknologi

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 07:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street kembali mendapat tenaga dari saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Kinerja perusahaan teknologi yang solid dan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang cukup terkendali membuat investor kembali berani masuk ke pasar saham.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, waktu setempat, indeks S&P 500 tercatat naik 0,26 persen menjadi 7.748,50, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,54 persen ke 26.588,49. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,04 persen menjadi 53.770,27.

Penguatan terutama datang dari saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI). Saham CoreWeave melonjak 19 persen setelah perusahaan menaikkan proyeksi belanja modal tahunannya dan mencatat pendapatan kuartal II di atas perkiraan.


Saham perusahaan pusat data lainnya juga ikut menguat. IREN naik hampir 10 persen, Applied Digital bertambah 4,9 persen, sementara Nebius Group melonjak 34 persen setelah membukukan hasil kuartal II yang melampaui ekspektasi.

Saham Super Micro Computer bahkan melesat 19 persen setelah perusahaan memperkirakan pendapatan tahun fiskal 2027 berada di atas ekspektasi Wall Street. Kinerja tersebut kembali memperkuat optimisme investor terhadap prospek bisnis infrastruktur AI.

Penguatan juga terjadi pada saham semikonduktor. Nvidia naik 3 persen, Micron Technology bertambah 4,9 persen, sementara indeks PHLX Semiconductor Sector melonjak sekitar 2,5 persen.

Secara sektoral, delapan dari 11 sektor dalam S&P 500 berakhir di zona hijau. Sektor real estat menjadi yang terkuat dengan kenaikan 1,08 persen, disusul sektor teknologi informasi yang naik 1,06 persen.

Di luar saham teknologi, Cava Group melonjak 14,2 persen setelah mencatat penjualan dan laba inti kuartal II di atas ekspektasi. Lumentum Holdings juga melesat 13,6 persen setelah memberikan proyeksi pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan analis.

Pergerakan Wall Street turut dipengaruhi data inflasi AS. Harga konsumen hanya naik tipis pada Juli, sementara inflasi inti tetap terkendali. Kondisi tersebut membuat investor semakin yakin bahwa Federal Reserve tidak memiliki alasan kuat untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Sentimen pasar juga relatif tenang. Indeks volatilitas Cboe atau VIX turun 0,8 poin menjadi 14,45, level terendah sejak Januari.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya