Berita

Menteri Perdagangan, Budi Santoso. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Biaya Logistik Naik, Impor Daging Sapi Belum Capai Separuh Kuota

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 13:00 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Tingginya harga daging sapi dengan kondisi realisasi impor daging yang belum mencapai angka 50 persen membuat pemerintah meminta importir segera mempercepat realisasi pasokan dari luar negeri.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan masih rendahnya realisasi impor salah satunya dipengaruhi kenaikan biaya impor, terutama biaya logistik dan transportasi kapal.

"Realisasi impornya sekarang masih di bawah 50 persen, rata-rata 40 persen. Jadi kami minta untuk segera mencari sumber atau supplier di luar negeri yang harganya tentu lebih bagus sehingga bisa menutup harga-harga yang ada di dalam negeri ini," kata Budi di Kementerian Perdagangan, Rabu, 13 Agustus 2026. 


Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah memberikan kuota impor melalui neraca komoditas dan izin impor juga telah dikeluarkan. Namun, importir masih menghadapi kendala biaya sehingga realisasi pasokan belum maksimal.

"Ya jadi memang salah satu faktor biaya impor yang naik. Jadi sekarang sebagian lagi nyari produk daging sapi yang tentu biayanya enggak terlalu mahal," ujarnya.

Kenaikan biaya tersebut, kata Budi, bukan disebabkan tarif impor Amerika Serikat. Tekanan justru berasal dari kenaikan harga minyak yang berdampak pada biaya logistik dan transportasi kapal.

"Bukan karena biaya logistik ya. Tapi karena harga minyak ini kan dampaknya biaya logistik, biaya transportasi kapal itu kan naik," tegasnya.

Untuk menekan harga di dalam negeri, pemerintah mendorong importir mencari sumber pasokan yang lebih kompetitif. Selama ini, pasokan daging sapi banyak berasal dari Australia, namun pemerintah juga membuka kemungkinan mencari pemasok dari negara lain.

Selain daging sapi, pemerintah akan mendorong percepatan realisasi impor daging kerbau yang dinilai relatif lebih murah. Namun, realisasinya juga masih belum mencapai 50 persen.

"Kita akan upayakan semua realisasi impor daging baik sapi maupun kerbau ini segera terealisasi," kata Budi.

Pemerintah sebelumnya juga telah meminta para importir segera merealisasikan kuota yang telah diberikan. Budi mengatakan pihaknya telah menghubungi sejumlah importir dan akan kembali menggelar rapat untuk mengetahui kendala yang masih dihadapi.

Harga daging sapi sendiri tercatat lebih tinggi di sejumlah daerah termasuk Maluku, DKI Jakarta, dan Riau. Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional (PIHPS) yang dipantau Rabu, 12 Agustus 2026, Harga daging sapi kualitas I relatif turun 0,1 persen menjadi Rp151.000 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II turun 0,07 persen menjadi Rp142.050 per kilogram.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya