Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bursa Eropa Cetak Rekor, Saham Teknologi dan Energi Jadi Penopang

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 07:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa bergerak menguat pada perdagangan Selasa, dengan sejumlah indeks utama mencatat rekor baru. Penguatan saham teknologi dan energi menjadi penopang utama pasar, meski investor masih mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Euro STOXX 50 naik 0,5 persen ke rekor 6.553, sedangkan STOXX Europe 600 menguat tipis ke rekor 660,8. 

DAX Jerman juga mencatat rekor setelah naik 0,3 persen menjadi 26.385. Sementara itu, CAC 40 Prancis turun 0,1 persen ke 8.715, FTSE MIB Italia relatif datar di 53.706, dan FTSE 100 Inggris bergerak tipis.


Saham teknologi menjadi salah satu penggerak utama. ASML melonjak 2,7 persen setelah Bernstein menaikkan rekomendasi saham tersebut. Siemens Energy juga menguat 3,2 persen setelah mencatat pesanan turbin gas dalam jumlah besar pada kuartal kedua. Prospek pembangunan pusat data yang membutuhkan pasokan listrik besar turut menopang saham perusahaan infrastruktur energi.

Saham energi ikut menguat seiring meningkatnya perhatian terhadap pasokan minyak akibat ketegangan AS dan Iran. TotalEnergies naik 1,4 persen, sementara Eni menguat 2 persen. Di Inggris, BP dan Shell masing-masing naik 1,8 persen dan 1,4 persen.

Namun, kenaikan pasar tidak terjadi merata. Saham barang mewah dan industri Prancis tertekan, dengan LVMH turun 0,8 persen dan Airbus melemah 1 persen. Di Jerman, Adidas merosot 3 persen, sedangkan Stellantis di Italia turun 2,6 persen akibat kekhawatiran meningkatnya persaingan dari produsen otomotif China.

Di Inggris, saham defensif seperti AstraZeneca, GSK, dan Unilever juga melemah. Meski demikian, data ekonomi menunjukkan konsumsi domestik masih cukup kuat. Penjualan ritel Inggris tumbuh 1,3 persen secara tahunan pada Juli, sementara belanja konsumen yang dipantau Barclays meningkat 2 persen, menjadi pertumbuhan terkuat tahun ini.

Pergerakan pasar selanjutnya masih akan sangat dipengaruhi perkembangan Timur Tengah, khususnya prospek kesepakatan AS-Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Investor menimbang potensi meredanya gangguan pasokan energi dengan risiko kembali meningkatnya ketegangan yang dapat mendorong harga minyak dan inflasi.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya