Berita

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Nyaris 5 Bulan Tak Digaji, 7 ABK WNI di MV Star Janet Dapat Perhatian Kemlu

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 10:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memberikan perhatian terhadap kondisi tujuh Anak Buah Kapal (ABK) WNI di Kapal MV Star Janet yang mengalami kendala teknis di Perairan Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Agustus 2026, mengatakan kapal tersebut mengalami kerusakan generator yang mengakibatkan pemadaman listrik, keterbatasan pasokan makanan, serta terputusnya jalur komunikasi seluruh kru kapal. 

"Kementerian Luar Negeri melalui KJRI Guangzhou terus memantau perkembangan kasus terkait 7 (tujuh) ABK WNI di Kapal MV Star Janet yang saat ini tengah mengalami kendala teknis di Perairan Zhuhai, Provinsi Guangdong, RRT," ungkap Heni dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Agustus 2026.


Kendala tersebut telah dilaporkan sejak 10 Mei 2026. KJRI Guangzhou kemudian berkoordinasi secara intensif dengan Maritime Safety Administration (MSA) Guangdong untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi kapal dan ketujuh ABK WNI. 

Dalam proses tersebut, MSA berhasil menyelamatkan MV Star Janet dari siklon tropis "Butterfly" dan membawanya ke lokasi aman di wilayah Guishan.

Untuk mengatasi kerusakan kapal, KJRI Guangzhou juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang beberapa kali mengirimkan bantuan teknis. Setelah melalui serangkaian perbaikan, kapal akhirnya selesai diperbaiki pada akhir Juli 2026. 

Namun, persoalan lain masih membayangi para ABK, yakni keterlambatan pembayaran gaji selama hampir lima bulan. 

Heni mengatakan setelah Kemlu melakukan koordinasi, perusahaan berkomitmen membayarkan gaji ara ABK WNI pada pertengahan Agustus 2026.

"Melalui koordinasi dengan pihak perusahaan, telah disepakati bahwa gaji akan segera dibayarkan pada pertengahan bulan Agustus 2026 sebelum kapal meneruskan perjalanan ke tujuan selanjutnya," kata Heni.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya