Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Bursa Eropa Naik Tipis Ditopang Saham Energi

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 07:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ekuitas Eropa ditutup menguat tipis pada penutupan Senin 10 Agustus 2026 waktu setempat. Kenaikan didukung sebagian besar sektor, terutama energi, teknologi, dan keuangan.

STOXX 50 dan STOXX 600 mencetak rekor baru. Euro STOXX 50 naik 0,3 persen menjadi 6.540, sedangkan STOXX Europe 600 bertambah tipis ke level 661.

Saham TotalEnergies dan Eni masing-masing menguat 2 persen dan 1,5 persen, seiring kenaikan harga minyak dan gas di tengah ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz. Di sektor teknologi, SAP, ASML, dan Infineon naik sekitar 1 persen. Allianz dan Deutsche Bank juga menguat lebih dari 1 persen.


Di Jerman, DAX 40 nyaris stagnan di 26.320. QIAGEN menjadi salah satu penguat utama dengan kenaikan 5,1 persen, disusul Infineon 2,3 persen dan Siemens Energy 1,5 persen. Sebaliknya, Deutsche Telekom turun 3,2 persen, sementara Beiersdorf dan Brenntag masing-masing melemah 2,2 persen.

Di Inggris, FTSE 100 turun akibat tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Imperial Brands anjlok lebih dari 5 persen dan British American Tobacco turun lebih dari 4 persen. HSBC, Unilever, dan GSK juga melemah. Sebaliknya, Shell dan BP masing-masing naik 0,7 persen dan 1,5 persen, sedangkan saham tambang Fresnillo dan Glencore menguat 3,3 persen dan 2,2 persen.

FTSE MIB Italia ditutup hampir datar di 53.656. Stellantis naik 1,9 persen, sementara Eni dan Saipem masing-masing menguat 1,5 persen dan 1,4 persen. Di sisi lain, saham utilitas tertekan, dengan Terna turun 1,7 persen, Italgas 1,3 persen, dan Snam 1,2 persen.

CAC 40 Prancis naik 0,1 persen menjadi 8.726. TotalEnergies menguat 2 persen, sementara saham pertahanan Safran, Airbus, dan Thales masing-masing naik 1,6 persen, 0,5 persen, dan 1 persen. Sebaliknya, STMicroelectronics turun 0,9 persen dan Schneider Electric melemah 0,5 persen.

Pergerakan pasar Eropa masih dibayangi ketidakpastian pasokan energi akibat belum jelasnya pembukaan Selat Hormuz, yang berpotensi memengaruhi inflasi dan prospek suku bunga.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya