Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta melakukan upaya evakuasi dua pekerja pembangunan trotoar di Jalan DI Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, yang tertimbun puing. (Foto: Istimewa)
Kasus dua pekerja pembangunan trotoar di Jalan DI Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, yang tertimbun puing galian pada Minggu 9 Agustus 2026, disorot Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis.
Dua pekerja Arifin dan Sabarudin tertimbun saat melakukan pengerjaan pada proyek penataan trotoar dan saluran milik Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
"Saya sangat prihatin sekali ya atas kejadian ini, semoga kedua pekerja baik-baik saja," kata Ali kepada wartawan, Senin 10 Agustus 2026.
Menurut Ali, pasca kejadian, Dinas Bina Marga DKI Jakarta patutnya melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan penyebab kejadian, dan mencegah kasus serupa.
Kemudian agar Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan pengawasan untuk memastikan seluruh prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sudah berjalan penuh.
"Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama. Jangan pembangunan infrastruktur yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat justru mengabaikan keselamatan orang," kata Ali.
Ali mengungkapkan, pekerjaan yang berkaitan dengan galian, turap, saluran air dan konstruksi lainnya memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi, sehingga penerapan K3 diperlukan.
Penerapan K3 perlu dipastikan hingga ke tingkat pihak ketiga, yakni kontraktor dan konsultan pengawas yang ditunjuk Pemprov DKI Jakarta melakukan pengerjaan di lapangan.
"Saya juga meminta kontraktor dan pengawas pekerjaan untuk bertanggung jawab memastikan seluruh prosedur keselamatan benar-benar diterapkan oleh para pekerja dilapangan," pungkas Ali.
Sebelumnya dua pekerja proyek penataan trotoar dan saluran air di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, tertimbun tanah dan material beton.
Kedua korban, diduga tertimbun saat sedang melakukan pengerjaan proyek penataan trotoar dan saluran air pada Minggu, 9 Agustus 2026 sekira pukul 14.50 WIB.
Usai kejadian Syarifin dapat segera dievakuasi para pekerja lainnya, dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia (RSU UKI) tidak jauh dari lokasi kejadian.
Nahas Sabarudin sempat kesulitan untuk dievakuasi karena bagian kaki tertimpa material beton dan tanah galian, sehingga petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Timur membutuhkan waktu hampir tiga jam.
Personel Sudin Gulkarmat Jakarta Timur akhirnya dapat mengevakuasi tubuh Sabarudin dari saluran air dengan kedalaman sekitar 1,5 meter itu.