Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

ETF Emas Buka Akses Investasi Baru bagi Industri Asuransi

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 02:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) emas membuka peluang bagi perusahaan asuransi untuk menempatkan investasinya di instrumen baru pasar modal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kehadiran ETF emas memperluas pilihan investasi sekaligus menghubungkan ekosistem emas dengan pasar modal. Sebelumnya, perusahaan asuransi belum dapat berinvestasi pada bullion secara langsung.

“Jadi ini salah satu yang akan kita terus dorong,” ujar Airlangga dalam seremoni pembukaan perdagangan dan peluncuran ETF emas sekaligus HUT Pasar Modal Indonesia ke-49 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin 10 Agustus 2026.


Airlangga mengatakan, pengembangan ETF emas juga memperkuat keterhubungan berbagai pelaku dalam ekosistem emas, mulai dari manajer investasi, bank kustodian, bank bullion, dealer hingga bursa efek.

Menurut dia, emas melalui ETF tidak hanya menjadi tambahan pilihan investasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan likuiditas pasar.

“Saya harapkan memang produk ini menghubungkan antara manajer investasi, custodian bank, bank bullion, dealer dan bursa efek. Dan emas bukan hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas,” kata Airlangga.

Ia juga mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menetapkan Electronic Gold Receipt (EGR) sebagai efek yang dapat dicatat dalam portofolio ETF emas.

Airlangga menilai pengembangan instrumen tersebut dapat memperkuat pendalaman sektor keuangan Indonesia. Terlebih, kebutuhan pembiayaan ekonomi nasional terus meningkat sehingga diperlukan diversifikasi sumber investasi dan pembiayaan.

Peluncuran ETF emas menjadi bagian dari pengembangan pasar bullion di Indonesia yang juga diarahkan untuk terhubung dengan pasar modal.

Dengan skema tersebut, emas tidak hanya menjadi aset yang disimpan secara fisik, tetapi juga dapat masuk ke dalam ekosistem investasi yang lebih luas melalui instrumen pasar modal.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya