Berita

Norman Joesoef. (Foto: Instagram sosokbisnis)

Politik

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 22:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Isu mengenai nama Norman Joesoef yang disebut-sebut bakal mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) mencuat. 

Direktur Eksekutif Nusantara Parameter Indeks (NPI) Murmahudi meminta Presiden Prabowo Subianto cermat memilih pembantu-pembantunya, terutama yang akan menduduki jabatan strategis.

Murmahudi menilai aspek profesionalitas, kompetensi dan integritas harus menjadi pertimbangan utama. Di sisi lain, potensi konflik kepentingan juga harus diperiksa secara serius.


"Kalau memang nama Norman Joesoef sedang dipertimbangkan untuk posisi Wamenhan, tentu Presiden perlu melihat secara menyeluruh rekam jejak dan latar belakang yang bersangkutan. Jangan sampai kompetensi yang dimiliki justru beririsan dengan kepentingan bisnis yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan," kata Murmahudi kepada wartawan di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. 

Nama Norman Joesoef disebut memiliki latar belakang sebagai pengusaha di bidang persenjataan dan alutsista. 

Menurut Murmahudi, pengalaman di industri pertahanan memang dapat menjadi modal dalam memahami sektor tersebut. Namun, ketika pengalaman bisnis itu bertemu dengan jabatan publik yang memiliki kewenangan strategis, diperlukan mekanisme pengawasan dan mitigasi konflik kepentingan yang kuat.

"Ini bukan soal seseorang boleh atau tidak berasal dari kalangan pengusaha. Justru yang harus dipastikan adalah ketika masuk pemerintahan, kepentingan bisnis pribadi tidak boleh memengaruhi kebijakan negara," ujarnya.

Dia mengatakan posisi Wamenhan memiliki karakter strategis karena bersinggungan dengan kebijakan pertahanan, pengadaan alutsista, pengembangan industri pertahanan hingga kerja sama pertahanan dengan berbagai pihak.

"Rekam jejak calon pejabat tidak cukup hanya dilihat dari pengalaman dan kapasitasnya. Para pembantu presiden lainnya yang berwenang perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap afiliasi usaha, kepemilikan bisnis, hubungan dengan perusahaan tertentu serta potensi kepentingan finansial yang dapat beririsan dengan kewenangan jabatan," tegasnya. 

Murmahudi menegaskan isu tersebut tidak boleh diarahkan menjadi penghakiman terhadap Norman Joesoef. Sebab, hingga saat ini nama tersebut masih sebatas informasi yang beredar dan belum dapat diperlakukan sebagai keputusan resmi pemerintah.

"Kalau memang belum ada keputusan resmi, kita jangan mendahului. Tetapi kalau benar sedang dipertimbangkan, proses uji rekam jejak dan potensi konflik kepentingan harus dilakukan sejak awal, bukan setelah orang tersebut dilantik," katanya.

Dia juga mengingatkan Presiden Prabowo agar prinsip yang sama diterapkan kepada seluruh calon pembantunya di kabinet.

Menurutnya, jabatan strategis tidak boleh diberikan hanya karena kedekatan, popularitas, kepentingan politik, ataupun jaringan bisnis. Setiap calon harus memenuhi standar profesionalitas dan integritas yang sama.

"Presiden harus memilih orang yang kompeten, tetapi juga independen. Ketika seseorang masuk ke pemerintahan, orientasinya harus berubah dari kepentingan pribadi atau korporasi menjadi kepentingan negara," tegasnya lagi.

Murmahudi berharap pemerintahan Prabowo dapat membangun standar seleksi pejabat yang semakin transparan dan berbasis merit. Terlebih, posisi strategis di bidang pertahanan membutuhkan tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi karena menyangkut kepentingan nasional dan penggunaan anggaran negara.

"Jangan sampai negara memiliki pejabat yang kompeten secara teknis, tetapi pada saat yang sama menimbulkan pertanyaan mengenai konflik kepentingan. Profesionalitas harus berjalan bersamaan integritas sebagai prasyarat utama," pungkas Murmahudi.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya