Berita

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago (tengah) di di Kantor Kemenko Polkam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 10 Agustus 2026. (Foto" RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

El Nino Godzilla Harus Diwaspadai Agar Karhutla Tak Meluas

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 22:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berbagai upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat pemerintah menyusul prakiraan BMKG terkait fenomena El Nino yang diprediksi menguat pada Agustus hingga Oktober 2026.

Hal ini disampaikan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, usai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Rapat koordinasi tersebut digelar di Kantor Kemenko Polkam, Senin, 10 Agustus 2026.

“Kita benar-benar harus waspada soal Karhutla tahun ini. Laporan BMKG Agustus-Oktober adalah Elnino Sangat Kuat. Sering disebut Elnino Godzilla, meskipun ini bukan terminologi baku. Menurut BMKG kemungkinan Elnino sama kuatnya dengan Elnino 2015,” katanya.


Pengalaman karhutla pada 2015 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah. Saat itu, sekitar 2,6 juta hektare hutan dan lahan terbakar, tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.

“Seperti diketahui pada 2015, 2,6 juta hektar hutan dan lahan terbakar, airport tutup. Pasar, pusat perbelanjaan dan sekolah tutup. Rumah sakit penuh oleh masyarakat yang terserang ISPA,” ujarnya.

Oleh karena itu pemerintah mengimbau agar semua pihak megantisipaai El Nino Godzilla agar tidak berdampak seperti tahun 2015. Masyarakat maupun korporasi juga diwanti-wanti agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. 

Ia menegaskan, setiap pelanggaran yang terbukti akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran juga harus menjadi tanggung jawab bersama karena karhutla dapat dipicu dari hal sederhana, seperti membuang puntung rokok sembarangan.

Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan untuk mencegah munculnya titik api, terutama di tengah kondisi rawan kebakaran.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar, baik masyarakat maupun korporasi. Sesederhana membuang puntung rokok saja bisa berakibat fatal. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk sama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” tandasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya