Berita

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago (tengah) di di Kantor Kemenko Polkam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 10 Agustus 2026. (Foto" RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Penanganan Karhutla Dimaksimalkan Lewat Jalur Darat

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 18:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintah memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui jalur darat, akibat dari kemarau ekstrem yang melanda Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polkam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 10 Agustus 2026.

Menko Polkam menjelaskan, 107 ribu hektar bidang tanah baik hutan maupun lahan yang terbakar ditangani maksimal oleh pemerintah, namun terdapat kendala jika memakai operasi modifikasi cuaca (OMC).


"Kalau Satgas (satuan tugas) Darat banyak sekali yang disiapkan. Banyak sekali dan kekuatan yang tercantum cukup banyak di darat, melihat situasi seperti sekarang ini upaya yang paling tepat, operasi yang paling tepat dilakukan adalah yang efektif," kata Djamari.

Lanjut dia, dalam melakukan OMC melalui udara telah dilakukan oleh Satgas Udara dengan mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini, ditambah dengan fixed wing antara berkisar 10 sampai dengan 15 sesuai dengan kebutuhan.

"Operasi udara sebetulnya sangat efektif, menimbulkan hujan buatan yang dilakukan oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Itu yang paling efektif. Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi yaitu kita harus menemukan ada awan hujan," urainya.

Dalam kondisi kemarau ekstrem akibat El Nino, sambung Djamari, syarat untuk melakukan OMC agar turun hujan buatan tidak dapat dilakukan.

"Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan. Untuk itu, maka kita mewaspadai betul perubahan cuaca sedikit apapun, yang kira-kira akan memunculkan awan hujan segera kita melakukan operasi modifikasi cuaca," jelas dia.

Djamari memastikan seluruh metode penanganan untuk mencegah Karhutla meluas, akan tetap dimaksimalkan pemerintah.

"Tetapi keadaan yang sekarang tidak bisa hanya menunggu operasi udara, menunggu awan hujan itu ada. Walaupun berdasarkan perkiraan sekarang ini pada minggu-minggu ini sampai dengan tanggal 18 Agustus itu ada tiga atau empat hari kemungkinan awan hujan ada," ungkap ya.

"Kalau itu ada, memang mungkin anugerah yang diberikan kepada kita, menjelang 17 Agustus ini, semoga itu akan keluar awan hujan itu. Tetapi operasi darat pun tetap dilakukan, dengan air yang di darat bermacam-macam cara kita untuk melakukan itu," demikian Djamari menambahkan. 

Turut hadir bersama Menko Polkam dalam jumpa pers ini di antaranya, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, juga perwakilan Polri dan TNI.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya