Berita

Ilustrasi

Bisnis

IHSG Parkir di Zona Merah, Rupiah Menguat Usai Destry Dicalonkan Jadi Gubernur BI

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 18:34 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ke zona merah pada perdagangan Senin 10 Agustus 2026.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.365 merosot 44,2 poin atau 0,69 persen dari perdagangan sebelumnya.

Volume transaksi tercatat mencapai 46 miliar saham dan nilai mencapai Rp18,2 triliun, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,6 juta kali. Sementara itu kapitalisasi pasar turun menjadi Rp11.155 triliun.


Sebanyak 329 saham tercatat melemah, 287 saham menguat, sementara 180 saham lainnya stagnan.

Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah. Pelemahan terbesar terjadi pada sektor konsumer nonsiklikal sebesar 1,37 persen, diikuti sektor infrastruktur yang turun 1,25 persen.

Sementara itu, hanya sektor transportasi yang mampu menguat, yakni sebesar 6,21 persen.

Adapun tiga saham yang menjadi top gainers dipimpin PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang melonjak 33,33 persen ke level Rp72 per saham.

Kemudian PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menguat 31,48 persen ke Rp71 dan PT SLJ Global Tbk (SULI) menanjak 27,78 persen ke Rp115.

Sedangkan top losers dipimpin PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang melemah 15 persen ke Rp2.040.

Disusul PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) turun 14,94 persen ke Rp655 dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS) merosot 10,37 persen ke Rp242.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah peluncuran instrumen investasi Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas oleh BEI, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Pasar Modal Indonesia.

Sedikitnya lima Manajer Investasi (MI) ikut serta dalam peluncuran ETF emas tersebut. Kelimanya yakni PT Trimegah Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital, dan PT Indo Premier Investment Management.

ETF emas merupakan instrumen investasi yang diperdagangkan di bursa dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga emas atau aset yang berkaitan dengan emas.

Melalui instrumen tersebut, investor tidak perlu memiliki atau menyimpan emas secara fisik karena transaksi ETF emas bersifat non-delivery. Namun, investor tetap dapat memperoleh eksposur terhadap perubahan harga emas di pasar global.

Rupiah Menguat

Berbanding terbalik dengan IHSG, nilai tukar Rupiah justru menguat pada perdagangan Senin sore dan kembali berada di bawah level Rp18.000 per Dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah berada di posisi Rp17.755 per Dolar AS, menguat 142 poin atau 0,79 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai penguatan Rupiah salah satunya dipengaruhi respons positif pasar terhadap pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).

Presiden Prabowo Subianto telah mengirim surat presiden (surpres) terkait calon definitif Gubernur BI kepada DPR RI. Surat tersebut selanjutnya akan diproses sesuai mekanisme dan ketentuan perundang-undangan.

“Kalau saya lihat bahwa calon gubernur tunggal Ibu Destry itu sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. Biasanya pada saat gubernur Bank Indonesia mengundurkan diri, yang diangkat itu adalah incumbent (petahana),” ujar Ibrahim dalam keterangannya.

Menurutnya, pasar menerima keputusan pemerintah mencalonkan Destry sebagai Gubernur BI. Selain itu, penguatan Rupiah turut didorong oleh sejumlah indikator ekonomi domestik.

“Artinya apa? Bahwa pasar menerima dengan dipilihnya Ibu Destry sebagai calon gubernur Bank Indonesia itu yang pertama. Kemudian yang kedua yang membuat harga Rupiah kembali menguat cukup tajam itu adalah data pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus, di atas 5 persen. Kemudian kita lihat cadangan devisa pun juga cukup bagus,” sambungnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo hanya mengajukan satu nama untuk mengisi posisi Gubernur BI, yakni Destry Damayanti yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI.

“Namanya tunggal, satu nama yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti yang sekarang beliau menjabat sebagai pejabat gubernur sementara,” kata Prasetyo.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya