Berita

Ilustrasi pencari kerja. (Foto: istimewa)

Politik

Pengangguran Terdidik Cerminkan Kesenjangan Dunia Pendidikan dan Pasar Kerja

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 15:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah diminta serius menangani persoalan pengangguran terdidik yang terus mengalami peningkatan. Hal ini menyusul data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah pengangguran berlatar belakang sarjana mencapai 1.033.182 orang.

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Zainul Munasichin, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah karena menunjukkan adanya persoalan struktural dalam hubungan antara dunia pendidikan dan pasar kerja. Angka tersebut setara dengan 14,31 persen dari total 7,22 juta penganggur nasional. 

“Pemerintah harus serius menangani persoalan pengangguran ini. Yang pertama tentu harus mendiagnosis faktor utama penyebab pengangguran, khususnya di kalangan sarjana,” ujar Zainul, Senin, 10 Agustus 2026.


Salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian keterampilan atau skill mismatch antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri dan perkembangan pasar kerja modern.

Selain persoalan skill mismacth, pertumbuhan jumlah lulusan sarjana belum diimbangi dengan pertumbuhan penciptaan lapangan kerja formal yang sepadan. Akibatnya, semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang harus bersaing memperebutkan lapangan kerja yang terbatas.

“Ekspansi jumlah lulusan sarjana harus diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja formal. Kalau tidak, kesenjangan antara jumlah pencari kerja dengan kesempatan kerja akan semakin besar,” ujarnya.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Menurutnya, kurikulum dan kompetensi mahasiswa harus semakin dekat dengan kebutuhan perusahaan sehingga lulusan memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja.

“Perguruan tinggi harus aktif menjalin kerja sama dengan pihak industri. Link and match antara kampus dan dunia usaha harus benar-benar diwujudkan, sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan bisa lebih cepat diserap oleh pasar kerja,” jelasnya.

Di sisi lain, Zainul juga meminta pemerintah memberikan insentif terhadap proyek-proyek padat karya. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Pemerintah perlu memberikan insentif terhadap proyek padat karya, sehingga proyek-proyek pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga mampu menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.

Zainul menegaskan persoalan pengangguran sarjana tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Diperlukan forum bersama yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya