Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Asosiasi Pilot Malaysia (Malaysian Pilot Association/MPA) menyatakan malu atas kasus salah satu anggotanya, pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman (39), yang ditangkap di Indonesia karena diduga menyelundupkan lebih dari 25 kilogram narkoba.
Presiden MPA Kapten Ab Manan Mansor menyebut kasus tersebut sebagai aib bagi maskapai nasional Malaysia.
“Saya seorang pilot Malaysia dan saya merasa sangat, sangat malu tentang hal ini," katanya, dikutip redaksi dari New Straits Times, Senin 10 Agustus 2026.
Mohd Saufi ditangkap tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 28 Juli 2026, setelah tiba dengan penerbangan Malaysia Airlines MH727 dari Kuala Lumpur.
Petugas menemukan sekitar 70.000 butir ekstasi dengan berat sekitar 25 kilogram serta sabu seberat 2,7-4 gram di dalam kopernya. Hasil tes urine juga menunjukkan pilot tersebut positif metamfetamin, MDMA, dan kokain.
Dalam pemeriksaan, Mohd Saufi mengaku menjadi kurir narkoba dengan bayaran sekitar 50.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp180 juta. Ia juga mengaku telah tiga kali melakukan penyelundupan serupa, yakni dua kali ke Jakarta dan sekali ke Sabah, Malaysia.
Atas kasus tersebut, Mohd Saufi dijerat pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penyidik menduga ia terlibat dalam jaringan peredaran narkoba internasional.
Kapten Ab Manan mendesak maskapai memperketat pengawasan, termasuk menerapkan tes urine secara acak terhadap seluruh staf. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa sekaligus menjaga reputasi industri penerbangan Malaysia.
“We can no longer allow our national carrier to be dragged through the mud,” ujarnya kepada The Star, Jumat, 7 Agustus 2026. Pernyataan tersebut berarti, “Kami tidak bisa lagi membiarkan maskapai nasional kami terus dicoreng.”
Desakan tersebut kemudian diikuti langkah Malaysian Aviation Group (MAG), induk usaha Malaysia Airlines. MAG mengumumkan kebijakan tes narkoba wajib bagi seluruh pilot aktif Malaysia Airlines setelah kasus tersebut mencuat.
*Mahasiswa Program Magang