Berita

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Setwapres)

Politik

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 13:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden masih menjadi perdebatan meski pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah berjalan hampir dua tahun.

Menurut Mantan Wamenkumham era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Denny Indrayana, persoalan utama bukan sekadar kemampuan Gibran menjalankan tugas sebagai wakil presiden, tetapi dampaknya terhadap prinsip meritokrasi dan tata negara.

“Banyak orang tidak melihat meritokrasi, itu yang paling rusak. Sebagai pembelajaran hukum tata negara, konstitusi sudah diinjak-injak,” kata Denny di Kanal Youtube Hendri Satrio Official, Senin, 10 Agustus 2026.


Ia menilai aturan konstitusi sebagai hukum dasar seharusnya dihormati dan menjadi fondasi dalam penyelenggaraan negara. Namun, menurutnya, proses yang mengantarkan Gibran ke kursi Wapres telah menimbulkan persoalan terhadap prinsip tersebut.

Denny menyebut dari sisi hukum Gibran mungkin bisa diturunkan, tapi dari sisi politik agak susah. Denny mengingatkan posisi wakil presiden bukan jabatan yang bisa dianggap remeh. Sebab, Wapres berpotensi mengambil alih kepemimpinan nasional apabila presiden berhalangan tetap.

“Kan kalau presiden ada apa-apa kita ikut membawa bangsa ini ke arah yang bisa masuk jurang,” tegasnya.

Menurut Denny, seorang pemimpin nasional setidaknya harus memiliki tiga unsur, yakni integritas moral, kapasitas intelektual, dan dukungan elektoral. 

“Nah Gibran ini satu dan dua bisa kita diskusikan, yang ketiga ini pun kerja-kerja buzzer. Jadi itu merusak betul takaran meritokrasi,” ujarnya.

Denny juga mengingatkan potensi keruntuhan sebuah rezim dapat dipicu sejumlah faktor. Ia menyebut tiga di antaranya adalah krisis ekonomi, skandal publik, dan skandal pribadi.

Karena itu, Denny menilai kemungkinan tersebut bukan sesuatu yang mustahil dan perlu diantisipasi sejak dini. Terlebih, apabila Presiden Prabowo berhalangan tetap, Gibran secara konstitusional akan mengambil alih posisi presiden.

“Kalau Pak Prabowo berhalangan tetap, amit-amit nih, kan Gibran naik. Kira-kira Gibran kalau jadi presiden itu solusi atau petaka? Ini pertanyaan yang perlu dijawab,” katanya.

Denny menegaskan, berdasarkan keyakinannya, kepemimpinan Gibran sebagai presiden bukan merupakan solusi. Karena itu, ia mendorong adanya langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan tersebut.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya