Berita

Representative Image (Foto: NASA)

Global

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 13:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Aktivitas perusahaan minyak asal Texas, Amerika Serikat di Greenland menuai penolakan setelah peralatan pengeboran dibawa ke pantai timur wilayah tersebut tanpa persetujuan pemerintah setempat

Mengutip laporan The Telegraph, Senin, 10 Agustus 2026, Departemen Industri dan Mineral Greenland menyebut mesin-mesin pengeboran telah dibawa ke pantai timur wilayah Arktik itu pada bulan lalu untuk rencana eksplorasi minyak. 

Namun, perusahaan yang terkait dengan Presiden AS Donald Trump itu belum memiliki izin yang diperlukan dari otoritas Greenland. 


“Peringatan keras akan dikirimkan kepada pemegang lisensi," kata departemen tersebut.

Proyek eksplorasi itu didanai Greenland Energy, perusahaan berbasis di Texas yang didirikan tahun lalu. 

Perusahaan mengklaim kawasan Jameson Land berpotensi menyimpan minyak mentah senilai hingga 1 triliun dolar AS. 

Greenland Energy juga telah mengambil saham mayoritas dalam proyek eksplorasi tersebut sebagai imbalan atas pendanaan.

Meski peralatan telah didatangkan, aktivitas pengeboran tidak dapat dilakukan sebelum memperoleh persetujuan dari otoritas Greenland. 

Persoalan ini muncul ketika perhatian Amerika Serikat terhadap Greenland kembali meningkat. 

Beberapa hari setelah warga melaporkan adanya peralatan pengeboran yang dibawa ke daratan, Trump mengunggah gambar hasil AI di platform Truth Social yang memperlihatkan dirinya mengawasi sebuah desa di Greenland dengan keterangan “Hello, Greenland!”

Sikap tersebut mengingatkan kembali pada kontroversi Januari 2025 ketika Trump menolak mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland. 

Saat itu, Trump mengatakan AS membutuhkan wilayah tersebut untuk tujuan keamanan nasional. Greenland sendiri merupakan wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark, yang juga merupakan anggota NATO bersama Amerika Serikat.

Trump belakangan melunakkan retorikanya, tetapi menyebut Greenland “vital” bagi sistem pertahanan rudal Golden Dome yang diusulkannya. 

Greenland Energy juga menunjuk veteran Angkatan Laut AS Carol Craig ke jajaran direksi bulan lalu dan mempekerjakan mantan pembawa acara televisi Dr. Phil McGraw untuk menjadi pembawa serial dokumenter mengenai eksplorasi Arktik mereka. 

Perusahaan membantah proyek minyak tersebut memiliki kaitan dengan rencana aneksasi Greenland.

Chairman Greenland Energy Larry Swets pada Juni mengakui seorang perwakilan perusahaan keliru menyampaikan kepada warga Greenland bahwa izin untuk membawa peralatan telah diberikan.
 
“Antusiasme kami terhadap proyek ini membuat kami berkomunikasi dengan cara yang menimbulkan kebingungan," kata Swets. 

Dalam surat kepada para pemegang saham pada Kamis, 6 Agustus 2026, Greenland Energy menyatakan pembicaraan dengan regulator Greenland berlangsung konstruktif dan pihaknya tetap optimistis dapat memperoleh persetujuan yang diperlukan untuk melakukan pengeboran.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya