Berita

Wamenkeu Juda Agung. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Pasar Modal Himpun Rp125 Triliun, Wamenkeu Juda Agung Minta Industri Tak Cepat Puas

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 12:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pasar modal Indonesia dinilai masih menunjukkan kinerja positif di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global. Sepanjang semester I-2026, pasar modal berhasil menghimpun dana lebih dari Rp125 triliun.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan capaian tersebut menunjukkan pasar modal Indonesia tetap bergairah meski sempat mengalami fluktuasi.

“Walaupun ada up and down akhir-akhir ini, lebih dari Rp125 triliun telah berhasil dihimpun selama semester I 2026,” kata Juda dalam acara Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia dan Peluncuran Produk ETF Emas di Kantor Bursa Efek Indonesia, Senin 10 Agustus 2026.


Selain penghimpunan dana, perkembangan pasar modal juga terlihat dari jumlah investor yang telah mencapai 28 juta.

Meski demikian, Juda mengingatkan capaian tersebut tidak boleh membuat industri pasar modal berpuas diri. 

“Namun kita juga tidak boleh berpuas diri. Kita perlu terus memperluas basis investor, menambah keragaman instrumennya, meningkatkan likuiditas serta memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia,” katanya.

Pemerintah, kata Juda, menyambut baik agenda reformasi yang tengah dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). 

Reformasi tersebut mencakup penguatan likuiditas, peningkatan transparansi dan tata kelola, serta pendalaman pasar yang dituangkan dalam Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.

Menurut Juda, penguatan pasar modal juga menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional.

“Pasar modal hadir sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh sebab itu kita harus mewujudkan pasar modal Indonesia yang dalam, yang likuid, dan juga tentu saja yang trustable dan kredibel sehingga dapat berperan secara optimal dalam memfasilitasi investasi dan mendukung target-target pertumbuhan ekonomi yang tinggi,”tandasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya