Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Presisi

Polisi Ungkap Pemicu Mutilasi di Depok: Korban Tolak Ajakan Pelaku

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 11:17 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Cekcok antara Saepul (26), tersangka pembunuhan dan mutilasi terhadap Kunaefi (51), bermula setelah korban menolak ajakan pelaku untuk melakukan hubungan seksual di sebuah kontrakan di Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.

Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono mengatakan, berdasarkan hasil pendalaman, Saepul mengajak korban melakukan hubungan seksual, tetapi ditolak. Penolakan tersebut kemudian memicu pertengkaran.

“Awal cekcok mulai terjadi bahwasanya memang dari hasil pendalaman kami, pelaku ada intrik penyuka sesama jenis (LGBTQ). Nah dari situ, pelaku mulai berusaha untuk melakukan hubungan dengan korban. Kemudian korban tidak terima akhirnya menampar pipi dari pelaku,” jelas Breggy dalam keterangan resmi, Minggu, 9 Agustus 2026.


Pertengkaran berlanjut setelah Saepul tetap memaksa korban. Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian mengambil pisau dapur dan menyerang Kunaefi.

“Kemudian pelaku agak sedikit cekcok dengan korban. Akhirnya pelaku mengambil satu bilah pisau dapur, kemudian menusukkan ke pinggang kiri dari korban, akhirnya pelaku juga menggorok leher korban sehingga tidak sadarkan diri," kata Breggy.

Setelah korban meninggal dunia, Saepul berupaya menghilangkan jejak dengan memutilasi jasad korban. Polisi menyebut pelaku memiliki pengalaman sebagai pemotong daging sehingga mengetahui cara memotong tubuh.

“Pelaku yang memang memiliki basic sebagai tukang daging, bagian pemotong daging, memotong tubuh korban menjadi dua bagian kepala sampai badan, dan bagian kaki secara terpisah,” ujar Breggy.

Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam karung beras dan dibuang di lokasi berbeda. Bagian badan dibuang di kawasan Pancoran Mas, sedangkan bagian kaki dibuang ke aliran sungai.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya