Berita

Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, semakin meluas (Foto: Istimewa)

Politik

Kebakaran Bromo Capai 520 Hektare, DPR Minta Pengawasan Diperketat

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 09:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, semakin meluas. Data sementara yang telah diverifikasi menunjukkan sekitar 520 hektare kawasan terdampak kebakaran.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPR Usman Husin. Ia menilai kejadian tersebut menunjukkan masih lemahnya pengawasan di kawasan hutan konservasi, sehingga penerapan aturan dan kinerja petugas perlu dievaluasi.

"Dilihat dari kejadian ini ada kelemahan di pengawasan di hutan konservasi, kelemahan dari petugas pengawasan dan aturan yang tidak dijalankan atau diterapkan dengan benar," kata Usman kepada wartawan, Senin, 10 Agustus 2026.


Usman juga meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menambah armada water bombing untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas. Selain itu, Kemenhut bersama instansi terkait didorong mencari langkah alternatif untuk mengendalikan kebakaran.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya telah memerintahkan jajarannya memaksimalkan operasi water bombing hingga api benar-benar padam. Pemadaman melalui udara dinilai penting untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

Dalam kondisi cuaca mendukung, satu helikopter disebut dapat melakukan hingga 30 kali penyiraman dalam sehari.

Dari total sekitar 520 hektare kawasan yang terdampak, sekitar 300 hektare di antaranya terbakar pada malam sebelumnya. Luasnya area yang terbakar membuat upaya pemadaman terus dilakukan melalui jalur darat dan udara.

Di tengah proses pemadaman, seluruh akses masuk menuju kawasan Bromo dari empat wilayah, yakni Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo, ditutup total. Penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala BB-TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan keputusan menutup seluruh jalur masuk diambil sebagai langkah pencegahan untuk membatasi akses sekaligus mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke kawasan lain.

Menurutnya, keselamatan pengunjung menjadi pertimbangan utama. Petugas masih melihat adanya potensi api meluas sehingga akses akan dibuka kembali setelah kondisi dinilai aman.

"Kita putuskan semua pintu ditutup karena memperhatikan keselamatan pengunjung dan membatasi akses sampai situasi memungkinkan untuk dibuka kembali," ujar Rudijanta, Minggu, 9 Agustus 2026.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya