Berita

Ilustrasi peta Selat Hormuz (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube WSJ)

Dunia

Iran Masih Enggan Buka Selat Hormuz

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 07:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz masih berlanjut. Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi membantah sedang melakukan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat (AS) untuk membuka jalur pelayaran strategis tersebut, meski Washington sebelumnya menyebut kesepakatan sudah semakin dekat.

Araghchi mengatakan Teheran memang tidak bernegosiasi secara langsung dengan AS. Namun, komunikasi tetap berlangsung melalui pihak ketiga atau perantara.

“Pesan sedang dipertukarkan melalui perantara,” kata Araghchi kepada kantor berita Mehr, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.


Araghchi juga menegaskan bahwa pembicaraan Iran dengan Oman mengenai jalur pelayaran belum otomatis berarti Selat Hormuz akan segera dibuka.

“Pembicaraan dengan Oman tidak berarti Selat Hormuz akan dibuka kembali. Kesepakatan mungkin tercapai, tetapi pembukaan kembali selat tersebut bergantung pada kondisi lain yang disampaikan melalui perantara," ujarnya.

Iran sebelumnya disebut telah menyampaikan sejumlah tuntutan kepada AS sebagai syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, mengatakan pembukaan selat membutuhkan pencabutan blokade laut dan sanksi AS, penarikan pasukan AS dari kawasan, pembayaran kompensasi perang, serta pembukaan aset Iran yang dibekukan.

Iran juga meminta AS menghentikan serangan terhadap sekutu-sekutunya di kawasan serta menghentikan ancaman terhadap Teheran.

Sebelumnya, kesepakatan sementara yang dibuat AS dan Iran pada Juni memang mencakup rencana pembahasan mengenai pencabutan sanksi, kompensasi perang, dan aset Iran yang dibekukan.

Pernyataan Iran tersebut berbeda dengan sinyal yang disampaikan pemerintah AS.

Presiden Donald Trump mengatakan Washington tetap tenang dalam proses negosiasi dengan Iran. Ia menyebut kedua pihak masih melakukan pembicaraan, meski belum mencapai kesepakatan final.

“Kami hanya melakukan negosiasi setengah-setengah dengan mereka. Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak memiliki uang,” kata Trump.

Trump menambahkan bahwa ia yakin persoalan tersebut pada akhirnya dapat diselesaikan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan mengatakan kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz dan menjamin kebebasan pelayaran bisa tercapai dalam waktu dekat.

Namun, pernyataan terbaru Iran menunjukkan bahwa proses tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan.

Oman menjadi salah satu perantara utama dalam pembicaraan terkait Selat Hormuz.

Iran dan Oman disebut sedang membahas pengaturan jalur transit kapal. Dalam rancangan yang dibicarakan, kapal yang masuk akan melewati perairan Iran, sementara kapal yang keluar akan menggunakan perairan Oman.

Namun, Iran juga dilaporkan sedang mempertimbangkan aturan yang lebih ketat.

Media pemerintah Iran sebelumnya memberitakan rancangan aturan yang akan melarang kapal AS dan Israel melintas di Selat Hormuz. Negara-negara lain yang dianggap telah merugikan Iran juga dapat dilarang menggunakan jalur tersebut hingga membayar kompensasi.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya