Berita

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (Foto: Istimewa)

Politik

Seskab Teddy Punya Popularitas dan Kapabilitas Kuat

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 06:07 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mendapat penilaian positif dari publik berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO). 

Teddy menempati posisi kedua dalam persepsi kinerja terbaik di Kabinet Merah Putih dengan tingkat kepuasan mencapai 33,5 persen.

Posisi Teddy hanya berada di bawah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memperoleh 42,8 persen. 


Sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berada di urutan ketiga dengan 32,0 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, persepsi publik terhadap menteri yang dinilai bekerja baik memiliki keterkaitan dengan tingkat popularitas masing-masing figur. 

Dalam pemeringkatan tersebut, Teddy konsisten berada di posisi kedua setelah Purbaya.

“Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik, ini linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua,” kata Dedi, dikutip Senin 10 Agustus 2026. 

Pengamat Forum Geopolitika Nusantara Irsyad Mohammad menilai hasil survei tersebut pada dasarnya dapat menjadi salah satu gambaran mengenai persepsi masyarakat, sepanjang metodologi dan hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Menurut Irsyad, tingginya posisi Teddy tidak terlepas dari tingkat pengenalan publik terhadap sosok Seskab tersebut. Popularitas menjadi salah satu faktor penting yang membuat kinerja seorang pejabat lebih mudah diketahui dan dinilai masyarakat.

“Purbaya jadi menteri paling terbaik kinerjanya karena dia tampil dan cukup vokal di publik, walhasil publik pun tahu kinerjanya. Bahkan Seskab Teddy yang masuk nominasi menteri dengan kinerja terbaik di urutan nomor dua karena popularitasnya nyata di masyarakat,” ujar Irsyad.

Irsyad menjelaskan, dalam politik terdapat tiga tahapan penting yang kerap disebut sebagai tiga unsur “tas”, yakni popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas. Popularitas menjadi tahap awal karena masyarakat terlebih dahulu harus mengenal seorang figur sebelum memberikan penilaian lebih jauh.

“Jadi kita harus ingat dalam politik ada tiga unsur ‘tas’, yakni popularitas dulu, baru akseptabilitas, dan ketiga elektabilitas,” kata Irsyad.

Irsyad menilai figur-figur yang memperoleh penilaian positif dalam survei tersebut setidaknya telah menunjukkan kombinasi antara popularitas dan kapabilitas. 

Dalam konteks Teddy, tingginya tingkat pengenalan publik berjalan beriringan dengan masuknya nama Seskab tersebut dalam jajaran teratas penilaian kinerja.

“Dalam hal ini saya lihat menteri-menteri yang dianggap kinerjanya baik oleh publik saya kira sudah memenuhi unsur tersebut, terutama popularitas dan kapabilitas,” ujar Irsyad.

Data IPO menunjukkan sebanyak 41,0 persen responden mengenal atau mengetahui nama Teddy Indra Wijaya. Angka tersebut menempatkan Teddy di posisi kedua dalam tingkat popularitas, hanya di bawah Purbaya yang mencapai 43,5 persen.

Tingkat popularitas Teddy juga berada di atas sejumlah tokoh kabinet lainnya. Bahlil Lahadalia memperoleh 32,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 30,4 persen, dan Zulkifli Hasan 26,1 persen.

Dari sisi persepsi kinerja, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperoleh 30,9 persen, Zulkifli Hasan 26,5 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono 25,3 persen. Hasil tersebut menempatkan Teddy sebagai salah satu figur kabinet dengan tingkat pengenalan sekaligus persepsi kinerja yang relatif kuat.

Survei IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Sampel dipilih menggunakan teknik stratified multistage random sampling (SMRS), dengan margin of error sebesar 2,90 persen pada tingkat akurasi 95 persen.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya