Berita

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro bersama tersangka lain hasil OTT KPK. (Foto: Humas KPK)

Hukum

KPK Sita CCTV Hotel Pertemuan Bupati Pemalang dengan Lilik

MINGGU, 09 AGUSTUS 2026 | 21:10 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita rekaman kamera pengawas atau CCTV sebuah hotel di Magelang, Jawa Tengah, untuk mendalami dugaan pertemuan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dengan pihak swasta Lilik Budi Suprianto.

Penyitaan CCTV dilakukan dalam penyidikan perkara dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, rekaman tersebut diperlukan penyidik untuk memastikan pertemuan Lilik dengan Anom dan orang kepercayaannya, Mohamad Haris alias Gus Haris.


"Untuk kebutuhan pengecekan pertemuan antara LBS (Lilik) dengan AWI (Anom) dan GHA (Gus Haris)," kata Budi kepada wartawan, Minggu, 9 Agustus 2026.

Penyitaan CCTV merupakan bagian dari rangkaian penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK pada 5-8 Agustus 2026. Tim menggeledah 15 rumah yang tersebar di Pemalang, Tegal, Pekalongan, dan Semarang.

Selain rekaman CCTV, penyidik turut menyita sejumlah dokumen terkait proyek yang sedang dan akan dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Pemalang.

Barang bukti elektronik berupa telepon seluler dan file elektronik juga diamankan untuk kebutuhan penyidikan. KPK sebelumnya mengungkapkan Anom, Gus Haris, dan Lilik telah tiga kali bertemu di restoran yang berada di wilayah Magelang dan Semarang.

Dalam pertemuan tersebut, Lilik diduga meminta uang Rp2 miliar dengan dalih dapat mengurus perkara yang menyeret nama Anom di KPK.

Setelah Anom dan Gus Haris diyakinkan mengenai kemampuan Lilik mengurus perkara tersebut, disepakati penyediaan uang. Dari dana yang dikumpulkan Gus Haris melalui dugaan pemerasan terhadap sejumlah pejabat dan pihak swasta, Rp1,2 miliar kemudian diberikan kepada Lilik.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka yakni Anom Widiyantoro, Mohamad Haris alias Gus Haris, Lilik Budi Suprianto, dan Iptu Setya Budi Dias, anggota Brimob Polri yang dipekerjakan di KPK sebagai staf administrasi.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya