Berita

Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: X)

Dunia

Presiden Iran: Sekarang Waktu Terbaik untuk Capai Kesepakatan dengan AS

MINGGU, 09 AGUSTUS 2026 | 13:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut saat ini merupakan momentum terbaik bagi Iran dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan damai.

Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers keduanya sejak menjabat sebagai presiden, Sabtu waktu setempat, 8 Agustus 2026. 

Menurutnya, Iran kini memiliki persatuan dan kekuatan nasional yang dapat menjadi modal penting dalam menghadapi proses diplomasi dengan Washington.


"Ketika orang-orang berbicara tentang mencapai kesepakatan, saya percaya sekarang adalah waktu terbaik, karena ada kohesi, kekuatan, dan persatuan di negara ini. Sejauh yang saya tahu, Iran dianggap telah keluar dari perang dan konflik ini sebagai negara yang menang dan kuat," kata Pezeshkian.

Menurutnya, kondisi tersebut membuka ruang untuk menyelesaikan persoalan melalui dialog. 

Pezeshkian menegaskan Iran ingin memperjuangkan hak-hak negara dan rakyatnya tanpa mengambil langkah yang dapat memperpanjang konflik.

"Masalah-masalah ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui perang. Kami berupaya menuju perdamaian berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam memorandum tersebut," kata dia.

Lebih lanjut, Presiden Iran itu menyebut pemerintahannya tetap berkomitmen menggunakan nota kesepahaman yang ditandatangani dengan AS pada Juni sebagai landasan pendekatan menuju perdamaian.

"Kami bertekad menjadikan memorandum ini sebagai dasar pendekatan kami, dengan syarat Amerika Serikat meninggalkan suasana ketidakpercayaan yang telah diciptakannya dan kepercayaan dapat dibangun kembali," kata Pezeshkian.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya