Berita

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat kabinet. (Foto: Setpres)

Politik

Apresiasi Prabowo ke Menteri Jadi Sinyal Reshuffle Sulit Terjadi

MINGGU, 09 AGUSTUS 2026 | 12:28 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengapresiasi kinerja para menterinya menjadi sinyal bahwa reshuffle kabinet sulit terjadi dalam waktu dekat.

Menurut pengamat politik Adi Prayitno, apresiasi tersebut menunjukkan Prabowo menilai para pembantunya telah bekerja serius, bersemangat, dan menjaga amanah yang diberikan, terutama menjelang dua tahun pemerintahan.

“Pernyataan Prabowo pasti ada yang pro dan kontra. Tapi ketika Presiden memberikan apresiasi terhadap kinerja menterinya, sepertinya ini bentuk apresiasi menjelang dua tahun pemerintahannya,” kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 9 Agustus 2026.


Ia menilai salah satu indikator yang disoroti Prabowo adalah capaian swasembada pangan. Menurut Adi, capaian tersebut patut diapresiasi di tengah situasi global yang masih bergejolak, termasuk perang yang belum berakhir di Timur Tengah.

Selain itu, Adi menyoroti kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di tengah konflik global yang masih berlangsung.

Dengan respons positif Prabowo terhadap kinerja para menterinya, Adi menilai peluang reshuffle kabinet dalam waktu dekat semakin kecil.

“Bagaimana mungkin, ketika sang Presiden memberikan respons yang cukup baik terhadap kinerja pembantunya, reshuffle kabinet terjadi dalam waktu dekat?” katanya.

Adi juga mengingatkan perbedaan pendapat terkait kinerja pemerintah merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Menurutnya, masyarakat boleh memberikan penilaian positif maupun negatif, tetapi tidak perlu saling berkonflik.

“Namanya demokrasi tidak satu persen sama pikirannya. Apapun pendapat terkait dengan berjalannya pemerintahan yang hampir dua tahun, mau positif atau negatif, yang paling penting tidak boleh gontok-gontokan,” tandasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya