Berita

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) Handi Risza.(Foto: Dok PKS)

Politik

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

MINGGU, 09 AGUSTUS 2026 | 07:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) diapresiasi Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) Handi Risza.

Kendati begitu, ia mengingatkan pemerintah agar capaian tersebut tidak berhenti sebagai angka pertumbuhan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Semester I 2026 mencapai sekitar 5,45 persen. Ini menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi global, tingginya ketidakpastian geopolitik, dan masih ketatnya kondisi keuangan internasional,” kata Handi lewat keterangan resminya, Minggu, 9 Agustus 2026. 


Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen (yoy), meski lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Triwulan I 2026 sebesar 5,61 persen. Secara triwulanan (quarter to quarter/qtq), ekonomi tumbuh 3,73 persen.

Ekonom Universitas Paramadina itu menilai capaian tersebut menunjukkan resiliensi perekonomian nasional. Namun, Handi memberikan lima catatan strategis agar pertumbuhan ekonomi nasional semakin berkualitas.

Pertama, memperkuat investasi produktif dan ekspor. Menurut Handi, struktur pertumbuhan ekonomi masih banyak ditopang konsumsi domestik, stimulus fiskal, dan program prioritas pemerintah. Karena itu, perlu penguatan investasi produktif dan ekspor agar sumber pertumbuhan ekonomi lebih seimbang.

Kedua, mempercepat transformasi sektor industri. Kontribusi sektor manufaktur masih besar, tetapi belum optimal menjadi mesin peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

“Perlu kebijakan pendalaman sektor industri, terutama melalui hilirisasi, agar nilai tambah yang dihasilkan semakin besar dan dinikmati di dalam negeri,” katanya.

Ketiga, memperkuat sektor pertanian dan industri halal. Handi menilai kedua sektor tersebut memiliki efek berganda yang tinggi terhadap penyerapan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan nilai tambah domestik melalui penguatan rantai pasok.

“Pertanian dan industri halal harus menjadi bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi nasional karena keduanya memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Keempat, meningkatkan kualitas belanja negara. Pemerintah perlu meningkatkan proporsi belanja produktif dan menerapkan prinsip spending better. Belanja negara harus diarahkan pada program yang memberikan dampak nyata terhadap produktivitas, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Kelima, menjaga disiplin dan kesinambungan fiskal. Menurut Handi, pemerintah perlu mengoptimalkan penerimaan negara, meningkatkan efisiensi belanja, serta mengendalikan defisit secara hati-hati untuk menjaga kesehatan fiskal dalam jangka panjang.

Pemerhati kebijakan publik itu menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,29 persen pada Triwulan II 2026 patut diapresiasi. Namun, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ekonomi harus diarahkan menjadi lebih tinggi, berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan melalui penguatan sektor produktif, investasi berkualitas, reformasi produktivitas, serta efektivitas belanja negara,” pungkas Handi.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya