Berita

PLE Priatna. (Foto: YouTube Obor Rakyat Reborn)

Politik

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

MINGGU, 09 AGUSTUS 2026 | 05:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kiprah Menteri Luar Negeri Sugiono terus menuai sorotan publik di tengah pentas diplomasi Indonesia. Dengan demikian, sudah sepatutnya Presiden Prabowo Subianto mengganti Sugiono dengan sosok lain yang lebih berkapasitas.

Hal itu disampaikan mantan Diplomat RI PLE Priatna dalam kanal YouTube Obor Rakyat Reborn dikutip Minggu, 9 Agustus 2026.

Awalnya, Priatna membandingkan kapasitas Sugiono dengan menlu-menlu sebelumnya.


“Itu kayak membandingkan langit dan bumi. Artinya begini pak, ada satu esensi bahwa diplomat itu pekerjaan diplomasi dan diplomat itu suatu profesi. (Harus) ditekuni secara sungguh-sungguh, dilakukan secara sungguh-sungguh. Dan mereka (menlu) bisa melakukannya tanpa selalu mengiringi presiden, semua itu kan orang-orang hebat,” ucap Priatna.

Ia menyebut nama-nama beken mulai dari Mochtar Kusumaatmadja, Ali Alatas, Hassan Wirajuda hingga Retno Marsudi yang kesemuanya mampu menggaungkan gelanggang diplomasi Indonesia yang lebih bermartabat.

Sementara, Kemlu saat ini di bawah kepemimpinan Sugiono dianggap Priatna melempem dan tidak memiliki taji.

Bahkan dalam urusan protokoler saja, diplomat yang sudah malang melintang di berbagai negara ini memberikan contoh adanya 17 duta besar negara lain yang tidak teragendakan diterima presiden.

“Contohnya kemarin, ada 17 duta besar asing yang harus sudah menyerahkan kredensial kepada presiden tapi tidak teragendakan, bahkan terabaikan,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Priatna mendesak presiden agar segera mencopot Sugiono. Menurutnya banyak figur lain yang lebih kredibel dibanding Sekjen Gerindra tersebut.

“Kalau memang ini berlangsung seperti ini, saatnya mengganti menteri luar negeri saat ini, tidak ada kata lain, ya karena menurut saya tidak profesional. Bukan benci atau tidak suka ya, nggak professional nih kayak gini. Ini bukan soal (jago) bahasa, tapi soal marwah negara dibawa,” tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya