Berita

KH .Abdul Hakim Mahfudz. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Kedepankan Khidmat, Abdul Hakim Mahfudz Siap Maju Caketum PBNU

MINGGU, 09 AGUSTUS 2026 | 00:08 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

KH .Abdul Hakim Mahfudz menyatakan siap menjalankan amanah apabila mendapatkan tugas untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Hakim Mahfudz saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama sejumlah pengurus cabang Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai daerah di Jakarta.

Menurut dia, kegiatan silaturahmi merupakan bagian dari tradisi NU yang selama ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus berdiskusi mengenai berbagai hal terkait organisasi dan kehidupan masyarakat.


“Kami silaturahmi setelah tadi siang ada acara mendengarkan PBNU mengenai Qanun Asasi dan ini masih banyak dari PC-PC seluruh Indonesia. Kita berkumpul secara silaturahmi. Ini tradisi NU, silaturahmi, berdiskusi,” ujar Abdul Hakim dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Ia mengatakan, pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi pengurus NU dari berbagai daerah yang sedang berada di Jakarta untuk saling bertemu dan memperkuat komunikasi.

Abdul Hakim menilai, silaturahmi dan diskusi menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan perjuangan NU. Ia berharap pertemuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang hadir.

“Jadi kita berkhidmat di NU itu mau di posisi mana pun, kita bisa berkhidmat. Yang jadi pertimbangan itu bagaimana kita berkhidmat untuk menjadikan masyarakat lebih berkat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pengabdian di NU bukan semata-mata mengenai posisi atau jabatan. Lanjut dia, yang paling penting adalah bagaimana setiap kader dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta meneruskan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para pendahulu NU.

“Pesan-pesan dari para ashab, pesan dari para leluhur. Menyemaikan kebaikan di mana pun kita berada. Mudah-mudahan nanti semuanya juga sama. Nggak perlu kita untuk mengharapkan kebaikan itu. Sama-sama kita berkhidmat di NU ini,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai kesiapannya jika mendapat penugasan untuk maju, Abdul Hakim menjawab singkat dan lugas.

“Siap. Siap. Lah wong sudah ditugaskan ya harus siap, kan,” tandas dia.

Pernyataan tersebut menegaskan sikap Abdul Hakim yang membuka diri terhadap amanah organisasi, termasuk apabila dipercaya untuk maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU.

Dukungan terhadap Abdul Hakim Mahfudz untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU disebut datang dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Matin Jawahir mengatakan, keputusan tersebut bukan berangkat dari ambisi pribadi Abdul Hakim untuk menduduki posisi Ketua Umum PBNU. 

“Sedikit saya sampaikan, saat saya minta waktu di Lampung, beliau masih menolak untuk menjadi calon ketua umum,” ujar KH Abdul Matin Jawahir.

Menurutnya, Abdul Hakim pada awalnya tidak menghendaki posisi tersebut. Namun, setelah mendapatkan penugasan dan dukungan dari NU Jawa Timur, ia akhirnya bersedia menjalankan amanah tersebut. Sikap itu dinilai menunjukkan bahwa pencalonan Abdul Hakim lebih didasari semangat khidmah dan kesiapan menjalankan amanah organisasi daripada kepentingan pribadi.

KH Abdul Matin Jawahir menegaskan, semangat yang dibawa dalam pencalonan tersebut adalah mewujudkan NU yang teduh, mengedepankan persatuan, serta menghindari dinamika organisasi yang berujung pada kegaduhan.

“NU teduh tanpa gaduh,” tandas KH Abdul Matin Jawahir.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya