Berita

Ilustrasi

Politik

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

SABTU, 08 AGUSTUS 2026 | 20:47 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penguatan daya beli masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial dan subsidi. Penciptaan lapangan kerja baru melalui investasi menjadi faktor penting agar masyarakat memiliki pendapatan dan kemampuan konsumsi yang lebih kuat.

Ketua Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun mengatakan pemerintah terus mendorong investasi swasta maupun proyek-proyek yang dikelola Danantara untuk membuka lapangan pekerjaan baru.

Menurutnya, dampak investasi terhadap perekonomian tidak bisa dirasakan secara instan karena sejumlah proyek masih berada pada tahap awal pembangunan.


"Konsumsi masyarakat ini kan tergantung kepada penciptaan lapangan pekerjaan. Penciptaan lapangan pekerjaan, pemerintah berusaha sekuat mungkin untuk mengajak swasta, investasi dan Danantara," kata Misbakhun dalam keterangannya, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah proyek Danantara saat ini telah memasuki fase kedua peresmian. Fase berikutnya juga tengah dipersiapkan dengan proyek-proyek investasi yang diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian.

Namun, Misbakhun mengingatkan investasi membutuhkan waktu sebelum menghasilkan penyerapan tenaga kerja secara signifikan. Sebagian proyek masih berada pada tahap groundbreaking dan belum masuk fase produksi.

"Investasi ini kalau kita lihat tidak bisa langsung memberikan dampak. Karena masih groundbreaking, masih di dalam dari posisi masih sangat hijau menuju ke coklat," ujarnya.

Karena itu, manfaat investasi Danantara terhadap daya beli masyarakat dinilai baru akan terlihat setelah proyek-proyek tersebut mulai berjalan dan menyerap tenaga kerja.

"Nah ini tentunya masih butuh waktu. Butuh waktu berapa lama ini akan memberikan dampak terhadap pertama penciptaan lapangan pekerjaan. Kemudian serapan terhadap kontribusi regionalnya dan secara agregat kita bisa dapatkan di pertumbuhan," jelas Misbakhun.

Di sisi lain, pemerintah tetap menjaga kemampuan konsumsi masyarakat melalui berbagai bentuk intervensi, baik bantuan sosial langsung maupun subsidi. Kebijakan tersebut terutama menyasar kelompok masyarakat miskin serta kelas menengah yang rentan.

Namun, bagi kelompok masyarakat yang lebih luas, penciptaan pekerjaan dan pendapatan tetap menjadi fondasi penting agar konsumsi dapat bertahan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, percepatan realisasi investasi menjadi salah satu faktor yang ditunggu untuk memperkuat daya beli.

Proyek-proyek Danantara diharapkan tidak berhenti pada pembangunan aset, tetapi berlanjut pada penciptaan lapangan kerja dan kontribusi ekonomi di daerah.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya