Berita

Intelektual sekaligus penulis NU, KH Ahmad Baso. (Foto: Istimewa)

Politik

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

SABTU, 08 AGUSTUS 2026 | 19:30 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU, sejak awal telah mendapat mandat untuk fokus pada pembinaan dan pengembangan jam’iyah demi perbaikan kehidupan kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU).

“Ada dua kata kunci yang menjadi amanat, yaitu pembinaan dan pengembangan,” ujar Intelektual sekaligus penulis NU, KH Ahmad Baso, dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menurut Ahmad Baso, yang terjadi selama lima tahun terakhir justru menunjukkan kecenderungan sebaliknya. Program organisasi dinilai lebih banyak berorientasi ke atas dan sibuk membangun berbagai akses, termasuk berkaitan dengan persoalan tambang dan kepentingan lainnya.


“Namun apa yang terjadi selama lima tahun? Maaf, program yang dijalankan lebih banyak berorientasi ke atas, sibuk mencari berbagai akses, termasuk urusan tambang. Akibatnya, program-program untuk jamaah nyaris habis sama sekali,” katanya.

Ahmad Baso bahkan menilai pembinaan dan pengembangan jam’iyah tidak berjalan secara optimal. Ia menyebut pembinaan maupun pengembangan organisasi berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan.

“Pembinaan nol besar, pengembangan juga nol besar,” tegasnya.

Ia pun menyoroti persoalan pembinaan di lingkungan internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurut Ahmad Baso, kelompok yang disebutnya sebagai kelompok kanan justru lebih mendominasi di internal organisasi.

“Dalam aspek pembinaan, kelompok kanan justru lebih mendominasi di internal PBNU. Di sinilah letak persoalannya. Lebih percaya kepada orang luar daripada kepada internal sendiri yang seharusnya menjadi rujukan,” ujarnya.

Ahmad Baso menilai kondisi tersebut merupakan contoh terjadinya penyimpangan dari khittah organisasi. Ia mengingatkan kembali pesan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari mengenai mandat para ulama dalam menjalankan organisasi NU.

Menurutnya, amanah tersebut tidak terlepas dari misi li ishlahi al-masa’il ad-diniyyah wal-ijtima’iyyah, yakni melakukan perbaikan dalam persoalan keagamaan dan kemasyarakatan.

“Ini menjadi contoh bahwa telah terjadi pelanggaran terhadap khittah organisasi. Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari telah berpesan kepada para ulama agar mengemban amanah ini li ishlahi al-masa’il ad-diniyyah wal-ijtima’iyyah, untuk melakukan perbaikan dalam urusan keagamaan dan kemasyarakatan,” jelasnya.

Atas dasar itu, Ahmad Baso menilai kepemimpinan yang tidak menjalankan mandat perbaikan tersebut tidak layak mendapatkan mandat kembali. 

Ia menyebut persoalan tersebut bukan hanya menyangkut aspek politik organisasi, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab moral atas amanah yang telah diberikan.

“Oleh karena itu, jangan lagi memilih pemimpin yang telah melanggar amanah organisasi, yang baiatnya sudah batal sejak ia tidak menjalankan mandat tersebut. Ini menjadi catatan bagi kita semua,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya