Berita

Ilustrasi. (dok BPBD Kabupaten Klaten)

Politik

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

SABTU, 08 AGUSTUS 2026 | 11:17 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang di Sumatera Selatan setiap musim kemarau dinilai menunjukkan perlunya penguatan pola pencegahan. Pemerintah diminta tidak hanya bergerak ketika kebakaran sudah meluas.

Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin mengatakan titik karhutla bahkan kerap berada di lokasi yang sama setiap tahun. Kondisi tersebut semestinya menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyusun langkah mitigasi sejak dini.

"Karhutla ini terjadi hampir setiap tahun dan bahkan di lokasi yang sama. Seharusnya Kementerian Kehutanan sudah memiliki langkah antisipasi sejak awal sehingga kebakaran bisa dicegah sebelum meluas," kata Usman dalam keterangannya, Sabtu, 8 Agustus 2026.


Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan melalui pemetaan kawasan rawan, penguatan patroli, serta kesiapan mitigasi sebelum memasuki puncak musim kemarau. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait juga harus diperkuat agar upaya pencegahan berjalan efektif.

"Kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait harus diperkuat. Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi," ujar legislator tersebut.

Usman juga meminta pemerintah mengevaluasi daerah-daerah yang selama ini menjadi titik rawan karhutla. Evaluasi diperlukan agar penanganan lebih terarah dan kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Sebelumnya, pemerintah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan untuk menekan potensi kebakaran selama musim kemarau. Operasi hujan buatan tersebut berlangsung sejak Selasa, 4 Agustus 2026 hingga Senin, 10 Agustus 2026.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto mengatakan pelaksanaan OMC mendapat dukungan penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"OMC mulai dilaksanakan sejak Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari BNPB dan direncanakan berlangsung hingga 10 Agustus 2026," ujar Ferdian.

Meski demikian, OMC dinilai seharusnya menjadi bagian dari penanganan kondisi darurat. Strategi utama tetap perlu diarahkan pada pencegahan dan mitigasi agar karhutla di lokasi yang sama tidak terus menjadi persoalan setiap musim kemarau.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya