Berita

Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Temuan 995 Senpi, DPR: Momentum Perkuat Sekolah jadi Ruang Aman

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 19:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi X DPR meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas temuan 995 senjata api (senpi) di lingkungan salah satu sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyatakan, penemuan tersebut merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta hukum.

"Kami memandang temuan berbagai barang, baik yang diduga berupa senjata api, maupun barang lain di lingkungan salah satu di Jakarta Selatan merupakan persoalan yang sangat serius dan harus diusut secara menyeluruh, profesional, serta transparan oleh aparat penegak hukum," kata Hetifah kepada wartawan, Jumat, 7 Agustus 2026.


Ia menegaskan keselamatan peserta didik dan terjaganya lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang aman harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus tersebut.

Meski demikian, Hetifah mengingatkan seluruh pihak untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sembari menunggu hasil penyelidikan aparat.

"Status setiap barang yang ditemukan maupun pihak yang bertanggungjawab atas barang-barang tersebut, dapat dipastikan berdasarkan fakta dan alat bukti," tegasnya.

Legislator Golkar itu mengungkapkan, hingga kini Komisi X DPR belum menerima penjelasan resmi dari aparat penegak hukum maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait perkembangan kasus tersebut.

Karena itu, Komisi X mendorong Kemendikdasmen berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian untuk memastikan proses pembelajaran di sekolah tetap berjalan normal. Selain itu, evaluasi terhadap tata kelola aset, sistem pengawasan, dan pengamanan di satuan pendidikan juga dinilai perlu segera dilakukan.

"Kami mendorong Kementerian untuk berkoordinasi secara intens dengan kepolisian, memastikan proses pembelajaran di sekolah tidak terganggu, serta melakukan evaluasi terhadap tata kelola aset, pengawasan, dan sistem keamanan di satuan pendidikan," katanya.

Hetifah juga mengingatkan agar kasus tersebut tidak digeneralisasi sebagai potret dunia pendidikan nasional. Menurutnya, peristiwa itu merupakan dugaan kasus yang bersifat spesifik dan harus dipandang secara proporsional.

"Justru, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, pengawasan, dan sistem keamanan di lingkungan satuan pendidikan, sehingga sekolah tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan sepenuhnya berorientasi pada tumbuh kembang serta perlindungan bagi peserta didik,” pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya