Presiden Prabowo Subianto (Foto: Tangkapan Layar YouTube)
Presiden Prabowo Subianto tetap menghadiri acara peluncuran buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Agustus 2026, meski dalam kondisi kurang sehat karena sedang terserang flu.
Prabowo mengungkapkan, dirinya sempat meminta izin kepada Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk tidak hadir dalam acara tersebut.
"Saya ini lagi flu, aku sudah izin sama beliau. Pak Bahlil, besok mungkin saya tidak hadir ya peluncuran buku anda," ujar Prabowo dalam sambutannya.
Namun, demi menghargai sosok Bahlil yang dinilainya bukan hanya sebagai menteri, tetapi juga mitra politik, Prabowo akhirnya memilih datang.
"Akhirnya saya ini nguat-nguatkan diri hadir hari ini. Tapi benar karena beliau tidak hanya anak buah. Beliau menteri, tapi juga dia mitra. Karena dia ketua umum partai yang besar. Kita ini politik di Indonesia kan harus politik kebersamaan," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan ucapan selamat atas ulang tahun ke-50 Bahlil Lahadalia.
Ketua Umum Partai Gerindra itu berharap Bahlil selalu diberikan perlindungan, kesehatan, dan kekuatan untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.
"Saya pertama tentunya ucapkan selamat kepada Pak Bahlil atas ulang tahun ke-50. Semoga selalu diberi perlindungan dan kebaikan oleh Yang Maha Kuasa. Semoga selalu diberi kekuatan untuk terus mengabdi kepada bangsa negara dan rakyat Indonesia," ucapnya.
Prabowo menilai perjalanan hidup dan karier Bahlil dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Menurutnya, kepemimpinan tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang pendidikan maupun status sosial, melainkan juga karakter, keberanian, dan kecerdasan yang dibentuk dari pengalaman hidup.
"Tadi keberanian, tapi kecerdasan. Dan kecerdasan itu bukan dari sekolah, menurut saya. Kecerdasan bukan dari sekolah. Dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini, sekarang kita buktikan lagi. Pak Bahlil, saya kira sekolahnya tidak terlalu terkenal Pak Bahlil," tutur Prabowo.
Prabowo juga menyinggung peran besar keluarga, khususnya ibunda Bahlil, dalam membentuk karakter dan kesuksesan seseorang.
"Jadi memang bagaimanapun ajaran agama kita bahwa sorga ada di telapak kaki ibu, saya kira itu benar. Mungkin Pak Bahlil itu menjadi seperti sekarang, karena pengorbanan ibu," pungkas Presiden.