Berita

Ilustrasi

Politik

Jangan Cepat Puas, Pengangguran Turun tapi Kualitas Pekerjaan Masih jadi PR

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 16:14 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penurunan angka pengangguran dinilai menjadi kabar baik bagi pasar kerja nasional. 

Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani mengatakan, tren penurunan jumlah pengangguran berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026 patut diapresiasi sebagai sinyal membaiknya kondisi perekonomian dan pasar kerja.

"Penurunan angka pengangguran merupakan sinyal positif bahwa perekonomian dan pasar kerja terus bergerak ke arah yang lebih baik. Capaian ini patut diapresiasi sebagai hasil kerja bersama," ujar Netty, Jumat, 7 Agustus 2026. 


Meski demikian, Legislator Fraksi PKS itu menegaskan keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup diukur dari berkurangnya jumlah pengangguran. 

Pemerintah, kata dia, harus memastikan lapangan kerja yang tercipta benar-benar layak dan memberikan kepastian bagi pekerja.

"Kita tidak hanya membutuhkan lebih banyak lapangan kerja, tetapi juga pekerjaan yang layak, produktif, memiliki kepastian penghasilan, serta memberikan pelindungan sosial bagi para pekerja," tegasnya.

Menurut Netty, masih besarnya jumlah pekerja di sektor informal menjadi tantangan yang perlu segera diatasi. Karena itu, transformasi menuju pekerjaan formal harus terus dipercepat agar pekerja memperoleh jaminan sosial dan perlindungan kerja.

"Transformasi menuju pekerjaan formal perlu terus didorong. Pekerja informal harus memperoleh akses jaminan sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, sehingga memiliki jaring pengaman saat menghadapi risiko kecelakaan kerja hingga usia lanjut," paparnya.

Ia juga mengingatkan tingginya angka pengangguran usia muda masih menjadi pekerjaan rumah. Untuk mengatasinya, pemerintah didorong memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan, pelatihan vokasi, dan kebutuhan industri agar kompetensi lulusan sesuai dengan pasar kerja.

Berdasarkan data BPS per Mei 2026, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya