Berita

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Korea Indonesia Forest Center (KIFC) Co-Director Jeong Cheol-Ho. (Foto: Kemenhut)

Politik

RI Gandeng Korsel Bangun Pusat Pengendalian Karhutla

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 11:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Upaya memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan. Indonesia bersama Korea Selatan membangun Indonesia Forest and Land Fire Management Center sebagai pusat penguatan kapasitas penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan Menteri Korea Forest Service (KFS) Park Eun-Sik saat kunjungan kerja ke Korea Selatan pada April lalu. 

Pertemuan yang menjadi bagian dari rangkaian lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan itu membahas penguatan kolaborasi, termasuk percepatan pembangunan pusat pengendalian karhutla.


“Banyak inisiatif yang akan kita kerjasamakan, tapi salah satunya memang memfinalisasi Forest and Land Fire Management Center yang baru saja kita lihat ini. Mudah-mudahan nanti Bapak Park datang ke Indonesia untuk memperpanjang kerja sama, sekaligus meresmikan Forest and Land Fire Management Center yang ada di sini,” kata Raja Antoni lewat keterangan resminya, Jumat, 7 Agustus 2026.

Kerja sama Indonesia dan Korea di bidang pengendalian karhutla akan terus diperluas. Sebab, dampak kebakaran hutan tidak berhenti pada batas administrasi suatu daerah maupun negara. 

“Karena asap hasil kebakaran hutan itu tidak mengerti wilayah administratif. Kebakarannya di OKI, tapi bisa dirasakan di daerah lain, bahkan sampai luar negeri. Asap itu bisa melampaui lintas batas negara,” ujarnya.

Pengalaman Indonesia dalam menghadapi karhutla terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun. Pemerintah menargetkan luas kebakaran hutan dan lahan tetap dapat ditekan meski tahun ini dihadapkan pada ancaman El Nino yang datang lebih cepat akibat perubahan iklim. 

“Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membuktikan bahwa meskipun El Nino datang lebih cepat, angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” katanya.

Selanjutnya Korea Indonesia Forest Center (KIFC) Co-Director Jeong Cheol-Ho mengatakan pusat pengendalian kebakaran hutan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi yang telah dibangun kedua negara selama lima tahun terakhir. 

Menurutnya, Indonesia dan Korea selama ini saling berbagi teknologi, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pengendalian kebakaran hutan hingga akhirnya melahirkan Indonesia Forest and Land Fire Management Center.

“Lima tahun lalu kita duduk bersama untuk mencari cara terbaik mengatasi kebakaran hutan di Indonesia. Kita berbagi ide, teknologi, dan pengalaman. Hari ini hasil dari kerja keras kita adalah Pusat Manajemen Kebakaran Hutan ini. Tapi yang lebih berharga dari fasilitas ini adalah semangat, pikiran, dan kerja sama yang ada di dalamnya,” kata Jeong.

Jeong memastikan kerja sama Indonesia dan Korea di bidang pengendalian karhutla tidak berhenti pada proyek yang selesai tahun ini.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya