Berita

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa (

Bisnis

Pemerintah Jajaki Investasi Rusia dan China untuk Proyek Kereta Trans-Kalimantan

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 09:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan jaringan kereta api Trans-Kalimantan dengan membuka peluang investasi dari berbagai negara. 

Rusia dan China menjadi dua negara yang saat ini dijajaki untuk terlibat dalam proyek strategis tersebut, seiring upaya mempercepat pengembangan konektivitas perkeretaapian nasional.

"Kami sudah jajaki dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya Rusia dan China," ungkap Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam sebuah pernyataan di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.


Dudy menjelaskan Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang sudah menyiapkan peta jalan pembangunan kedua proyek tersebut. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan KAI yang sudah menyiapkan roadmap-nya. Nanti, kemudian dari situ kami berharap ada investasi, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menggarap Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan," ujarnya.

Menurut Dudy, China dan Rusia memiliki minat lebih besar untuk mengembangkan kereta jalur Trans Kalimantan dibanding Trans Sumatera. 

Dia menambahkan komunikasi dengan para calon investor masih terus berlangsung dan kini memasuki tahap perhitungan kelayakan proyek. 

"Komunikasi sudah, mereka sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti menyampaikan proposal ke kami," kata Menhub.

Saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Jawa Tengah bulan lalu, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan PT KAI bersama Kementerian Perhubungan menggarap pembangunan jalur kereta Trans-Sumatra dan melanjutkannya dengan proyek Trans-Kalimantan. 

"Habis Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai," kata Prabowo.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya