Berita

(Foto: Dok. BRI)

Bisnis

BRI Dukung Optimalisasi Instrumen Pengelolaan Kas Negara

Perkuat Penyaluran Kredit Berkualitas untuk Sektor Riil
KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 20:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyambut positif langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL). 

Kebijakan tersebut mencerminkan sinergi fiskal dan sektor keuangan dalam menjaga stabilitas likuiditas sistem perbankan sekaligus memperkuat fungsi intermediasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa instrumen pengelolaan kas negara seperti penempatan dana SAL memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kapasitas perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.


“Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurut Hery, likuiditas yang terjaga merupakan prasyarat penting bagi perbankan untuk terus menyalurkan kredit yang sehat kepada sektor-sektor produktif. Dengan dukungan likuiditas yang memadai, perbankan memiliki ruang yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengabaikan kualitas aset maupun manajemen risiko.

“Bagi BRI, dukungan likuiditas tersebut akan dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas, khususnya kepada sektor riil, termasuk kepada UMKM, yang memiliki dampak ekonomi tinggi. Fokus kami tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan efek berganda,” jelas Hery.

Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI akan terus mengarahkan ekspansi kredit kepada sektor-sektor yang menjadi penggerak utama perekonomian nasional, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta sektor produktif lainnya. 

Hingga akhir Triwulan I 2026, BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.562 triliun, dan segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio kredit BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun.

Sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global. Oleh karena itu, BRI akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kapasitas pembiayaan bagi sektor riil.

“BRI meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Hery.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya