Berita

Calon Ketua Umum PBNU KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam silaturahmi ke Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Tengah, Al Habib Dr. KH Ali Hasan Al Jufri Lc. (Foto: Istimewa)

Politik

Terinspirasi Guru Tua, Gus Salam Dorong NU Perkuat Kemandirian Umat

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 17:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Calon Ketua Umum PBNU KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam melanjutkan silaturahmi jelang muktamar dengan menemui jajaran PWNU dan PCNU se-Sulawesi Tengah. Langkah tersebut diawali dengan sowan kepada Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Tengah, Al Habib Dr. KH Ali Hasan Al Jufri Lc, sebagai wujud menjalankan dawuh para masyayikh dan ulama sepuh NU untuk mempererat silaturahmi.

Didampingi masyayikh PP Lirboyo serta jajaran fungsionaris dan kader NU Sulawesi Tengah, Gus Salam diterima dengan hangat oleh Al Habib Dr. KH Ali Hasan Al Jufri di kediamannya.

“Alhamdulillah, sebelum silaturrohim PWNU-PCNU se-Sulawesi Tengah, saya sowan Rais Syuriyah untuk mengenalkan diri, menjalin kedekatan dan minta izin serta mohon waktu sebelum bertemu dengan ketua-ketua PCNU se-Sulteng,” kata Gus Salam, dikutip Kamis, 6 Agustus 2026.


“Banyak hal kita perbincangkan, mulai kondisi NU di Sulteng, hingga perjalanan ulama terdahulu serta keakbaran mereka dalam bertukar ilmu dan strategi dakwah; syiar Islam di nusantara, termasuk di kepulauan Celebes, Sulawesi,” sambungnya.

Menurutnya, hubungan erat antara keluarga besar Al-Khairaat dan NU telah terjalin sejak lama. Salah satu buktinya adalah kisah masyhur tentang pendiri Al-Khairaat, Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, yang pernah bersilaturahmi dengan KH M. Hasyim Asy'ari pada 1926 saat melakukan lawatan dakwah dan syiar Islam di Jombang.

Gus Salam mengaku terinspirasi oleh strategi dakwah pendiri Al-Khairaat, Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua, yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, moderasi, keadilan, serta penguatan syiar Islam melalui lembaga pendidikan. 

Calon Ketua Umum PBNU yang telah bersilaturahmi ke jajaran PWNU dan PCNU di 29 provinsi itu juga mengapresiasi para penerus Guru Tua yang dinilainya konsisten menjaga persatuan, kerukunan antarumat, dakwah yang santun, dan melanjutkan pengembangan lembaga pendidikan yang telah dirintis para pendahulu.

Menurut Gus Salam, karakter dan perkembangan Nahdlatul Ulama di Sulawesi Tengah menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang. Ia menilai PWNU setempat memiliki peluang strategis dalam mendorong serta memfasilitasi penguatan kemandirian umat melalui berbagai program yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.

“Lembaga keuangan syariah atau terintegrasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) potensial berdiri di Sulteng. Sebagai lembaga gotong royong berkarakter koperasi yang beroperasi untuk menggalang dan mensupport usaha-usaha ekonomi warga,” kata Gus Salam.

Gus Salam menegaskan bahwa tugas utama NU adalah menjaga dan mengembangkan agama. Namun, menurutnya, peran tersebut juga dapat diwujudkan dengan mendorong penguatan ekonomi umat melalui pengembangan UMKM di berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata. Ia menilai kemandirian ekonomi masyarakat merupakan fondasi penting dalam memperkokoh kehidupan beragama.

“Kelangsungan dakwah bil ilmi, bil lisan dan bil haal terus dilakukan secara adaptif. Transformasi pesantren dan lembaga pendidikan menjadi keharusan supaya bisa mengikuti dan menghadapi kemajuan jaman. NU juga harus bisa memberi pelayanan di bidang kesehatan, salah satunya dengan mengelola fasilitas kesehatan yang berkarakter,” tandasnya.

Gus Salam menilai NU perlu terus melakukan transformasi, baik dalam kebijakan maupun program pelayanan, agar semakin mampu menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Ia berharap Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, menjadi momentum lahirnya pembaruan yang membawa NU semakin maju, damai, dan berkelanjutan.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya