Berita

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Arab Saudi Tawarkan Danantara Miliki Saham Bandara Madinah

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 16:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Arab Saudi membuka peluang bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk masuk sebagai pemegang saham Bandara Madinah. 

Tawaran investasi strategis tersebut diungkap Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Rosan mengatakan, peluang tersebut diperoleh saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Makkah dan Madinah. 


Dalam lawatan itu, ia bertemu dengan Menteri Investasi Arab Saudi, penasihat Raja, serta sejumlah pihak yang membahas potensi penguatan kerja sama investasi, termasuk di sektor infrastruktur transportasi udara.

"Di sana kebetulan menteri investasinya juga baru teman saya, ketemu sekalian bertemu juga dengan penasehat Raja dan beberapa kerja sama di bidang airport di Madinah salah satunya kita ditawarkan untuk Danantara mempunyai porsi kepemilikan di Airport Madinah," papar Rosan.

Dalam waktu dekat, tim Danantara akan bertemu dengan perwakilan Mada Group selaku pihak yang mengelola Bandara Madinah guna membahas peluang kerja sama tersebut secara lebih rinci.

"Itu di offer langsung kepada saya kita akan lagi sedang jajaki nanti timnya akan segera bertemu dengan timnya dari Mada Group yang mempunyai airport di Madinah tersebut," kata dia.

Tawaran kepemilikan saham Bandara Madinah berkaitan dengan proyek pengembangan Kampung Haji Indonesia oleh Danantara. 

Sebelumnya, Danantara telah mengawali mengakuisisi sebuah hotel dengan tiga menara dan 1.461 kamar di kawasan Tahrir dan diproyeksikan menjadi fasilitas akomodasi bagi jamaah haji Indonesia.

Pengembangan kawasan tersebut akan diperluas di atas lahan seluas 4,4 hektare. Nantinya akan dibangun 13 tower dengan total sekitar 6.025 kamar yang mampu menampung hingga 23 ribu jamaah haji asal Indonesia setiap musim haji.

Selain itu, Danantara juga tengah mengikuti proses bidding lahan lot 6 di kawasan Western Hindawiyah yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram dengan pendanaan yang disiapkan pemerintah sebesar 750 juta dolar AS.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya