Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Dow Jones Pimpin Pergerakan Wall Street

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 08:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street kembali menampilkan pergerakan yang beragam. Di tengah meningkatnya optimisme bahwa ketegangan di Timur Tengah mulai mereda, indeks Dow Jones berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi baru, meskipun tidak diikuti seluruh pasar karena tekanan pada saham-saham teknologi membuat S&P 500 dan Nasdaq justru berakhir melemah.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 263,18 poin atau 0,49 persen dan ditutup di level rekor 54.349,06. Sebaliknya, S&P 500 turun 0,17 persen ke 7.723,52, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,83 persen ke 26.363,44. 

Sentimen positif di pasar dipicu oleh harapan tercapainya kemajuan dalam pembicaraan terkait konflik di Timur Tengah. Prospek meredanya ketegangan mendorong harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak turun, sehingga meningkatkan minat investor terhadap saham.


Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi. Saham SpaceX anjlok 13,6 persen setelah laporan keuangan pertamanya sebagai perusahaan publik memicu kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja investasi untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI). 

Saham AMD juga turun 7 persen karena investor menilai pertumbuhan bisnis AI perusahaan masih perlu dibuktikan lebih jauh, meski proyeksi pendapatan kuartalannya melampaui ekspektasi.

Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi penopang utama Dow Jones. Saham Amgen melonjak 4,6 persen setelah mencatat kenaikan penjualan kuartal II sebesar 9 persen, sementara Eli Lilly menguat 4,9 persen usai menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya. Saham Disney juga naik 3,6 persen setelah membukukan laba kuartalan yang melampaui perkiraan analis.

Dari sisi ekonomi, laporan ADP menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 44.000 lapangan kerja pada Juli, menandakan pasar tenaga kerja mulai melambat. Sementara indeks aktivitas sektor jasa AS masih berada di level ekspansif, meski sedikit di bawah perkiraan analis. 

Investor kini menantikan laporan resmi ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pada Jumat sebagai petunjuk arah pergerakan Wall Street selanjutnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya