Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Kembali Anjlok

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 10:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia anjlok seiring dengan menguatnya harapan akan tercapainya solusi diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026, waktu AS, harga minyak mentah Brent ditutup turun 4,41 Dolar AS atau 5,3 persen ke level 79,36 Dolar AS per barel, terendah sejak 13 Juli. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot 4,57 Dolar AS atau 5,7 persen menjadi 75,77 Dolar AS per barel, juga merupakan level terendah dalam tiga pekan.

Sentimen utama yang menekan harga minyak berasal dari pernyataan pejabat AS dan Qatar yang mengindikasikan adanya kemajuan dalam pembicaraan terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.


Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pembicaraan dengan Iran dan Oman mengenai peningkatan jumlah kapal yang dapat melintasi Selat Hormuz menunjukkan perkembangan positif. Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan belum rampung.

"Ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran dan Oman mengenai peningkatan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz, tetapi kesepakatan akhir belum tercapai," kata Rubio.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyebut kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz berpeluang tercapai paling cepat pada Selasa atau Rabu.

Di saat yang sama, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengatakan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang terus dilakukan. Kantor Emir Qatar juga mengungkapkan bahwa Emir Qatar dan Presiden AS Donald Trump telah membahas langkah-langkah untuk meredakan ketegangan serta menyelaraskan pandangan antara Washington dan Teheran.

Meski sentimen pasar mulai membaik, kondisi pasokan minyak belum sepenuhnya pulih. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb pada awal pekan dilaporkan masih relatif tidak berubah.

Sebelum perang pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz. Gangguan di jalur strategis tersebut memaksa sejumlah negara produsen di Timur Tengah memangkas produksi minyak.

Goldman Sachs memperkirakan harga minyak Brent akan bergerak di kisaran 80-90 Dolar AS per barel hingga terdapat kepastian mengenai kesepakatan baru antara AS dan Iran atau justru terjadi eskalasi konflik yang lebih besar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya