Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Tailan Anutin Charnvirakul (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Dunia

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 17:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto melepas secara langsung kepulangan Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul dari Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa sore, 4 Agustus 2026. 

Prosesi pelepasan tersebut menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja Anutin selama dua hari di Indonesia yang menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Berdasarkan pantauan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo yang mengenakan setelan safari berwarna krem dan peci hitam telah menunggu kedatangan iring-iringan kendaraan PM Anutin. 


Sekitar pukul 16.20 WIB, Anutin yang mengenakan setelan jas hitam turun dari mobil limusin hitam dan langsung disambut hangat oleh Presiden dengan jabat tangan.

Usai penyambutan, Prabowo mengajak Anutin bersalaman dengan jajaran menteri yang turut hadir, yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. 

Kedua pemimpin kemudian berjalan berdampingan melewati karpet biru yang diapit barisan pasukan jajar kehormatan menuju tangga pesawat.

Suasana perpisahan berlangsung akrab. Sebelum Anutin menaiki pesawat, Prabowo dan PM Tailan kembali bersalaman, saling menepuk lengan dan memberi hormat. 

Setelah berada di atas tangga pesawat, Anutin melambaikan tangan kepada Presiden Prabowo sebelum pesawat yang membawanya kembali ke Bangkok bersiap lepas landas.

Kunjungan PM Anutin ke Jakarta dimulai pada Senin sore, 3 Agustus 2026. 

Dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka yang berlangsung hingga malam hari, kedua pemimpin mengesahkan Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Tailan 2026-2030 sebagai pedoman untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor. 

Dokumen tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai pada ASEAN Summit 2026 di Cebu, Filipina, sekaligus memperkuat mekanisme Leaders' Consultation yang telah berjalan sejak 2025.

Di bidang ekonomi, Indonesia dan Tailan juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, mempererat kolaborasi antarpelaku usaha, serta membentuk Joint Trade Commission, mekanisme bilateral pertama dalam sejarah hubungan kedua negara yang akan bertugas mengidentifikasi peluang bisnis sekaligus menyelesaikan berbagai hambatan perdagangan. 

Selain itu, kedua negara juga memperkuat kerja sama ketahanan pangan, energi, ekonomi digital, hingga pengembangan industri halal melalui pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT).

Indonesia dan Tailan bahkan menargetkan nilai perdagangan bilateral meningkat hingga mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp359 triliun pada 2030, menandai babak baru kemitraan ekonomi kedua negara.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya